Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Pengambilan darah massal di Kampung Kimi Nabire
  • Minggu, 09 Juli 2017 — 23:46
  • 1382x views

Pengambilan darah massal di Kampung Kimi Nabire

Kepala bidang P2M Dinkes Nabire dr, Frans Sayori mengatakan Mass Blood Survey (MBS) itu adalah kegiatan rutin setiap tahun. Tujuannya kegiatan tersebut adalah tidak lain untuk melakukan pemeriksaan terhadap wilayah puskesmas yang ada di Kabupaten Nabire dari data tingkat malarianya masih tinggi.
dr. Frans Sayori (kaca mata) dan petugas saat melayani masyarakat di kantor Kampung Kimi Nabire, Papua – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas kesehatan kabupaten Nabire melalui bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) khususnya bidang pemberantasan malaria mengadakan pengambilan darah massal atau Mass Blood Survey (MBS) di Kampung Kimi Nabire, Kamis (6/7/2017).

Kepala bidang P2M Dinkes Nabire dr, Frans Sayori mengatakan Mass Blood Survey (MBS) itu adalah kegiatan rutin setiap tahun. Tujuannya kegiatan tersebut adalah tidak lain untuk melakukan pemeriksaan terhadap wilayah puskesmas yang ada di Kabupaten Nabire dari data tingkat malarianya masih tinggi.

“Jadi kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui banyaknya penderita malaria di masyarakat. Kami periksa dan langsung melakukan pengobatan bila ada yang menderita saat pengambilan darah,” tuturnya

Dikatakan Sayori, tim MBS terpadu terdiri atas dokter, perawat, dan petugas laboratorium.

“Setelah di lapangan dan sosialisasi, kami langsung melakukan pemeriksaan dan kalau ada hasil pemeriksaan, begitu ada yang positif malaria langsung kita obati di tempat,” jelasnya.

Pengolatan ini gratis dan ditujukan bagi semua masyarakat, terutama kampung yang data penderita malaria tinggi. Sementara itu, staf dinas kesehatan kabupaten Nabire bidang P2M, Yenice Derek mengatakan kegiatan itu rutin setiap tahun untuk menunjang Nabire Bebas dari Malaria 2030 nanti.

“Kami akan terus bergerak bersama teman-teman dari dan turun menjemput bola artinya dimana data malaria tinggi kami akan berupaya memberantas dengan cara pengambilan darah massal,” katanya.

Untuk kegiatan tersebut, Dinkes Nabire menyiapkan logistik seperti RDT, obat, dan tenaga medis. “Masyarakat harus selalu rutin memeriksakan diri ke puskesmas-puskesmas yang ada. Jangan malu atau minder, periksalah sebelum terlambat,” katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Banjir Sungai Yaro Nabire diatasi dengan normalisasi

Selanjutnya

Bali dan Papua: menuju antropologi reflektif

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9603x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6385x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6025x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4611x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe