Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. SSB Papua United punya tenaga pelatih asing dari Australia, Kanada dan Amerika
  • Senin, 10 Juli 2017 — 06:46
  • 1406x views

SSB Papua United punya tenaga pelatih asing dari Australia, Kanada dan Amerika

"Saya lihat anak-anak main bola luar biasa. Kami lalu membentuk SSB yang resmi dan terdaftar ke PSSI,” kata Bas Maxey, pendiri SSB PU kepada Jubi akhir pekan ini, di Sentani.
Yance Wenda
Editor : Jean Bisay
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani,  Jubi  - Sekolah Sepak Bola (SSB) Papua United mungkin belum setenar dan dikenal luas masyarakat di tanah Papua. Tapi kiprahnya patut diapresiasi dan ditiru.

SSB yang disingkat PU ini berdiri sejak tahun 2011 dan dibentuk oleh Benyamin Winken Witaya Mexsy dan  Dani. SSB ini memiliki anak didik sebanyak 195 orang. 90 anak diantaranya adalah pesepak bola putri.

"Saya lihat anak-anak main bola luar biasa. Kami lalu membentuk SSB yang resmi dan terdaftar ke PSSI,” kata Bas Maxey, pendiri SSB PU kepada Jubi akhir pekan ini, di Sentani.

SSB PU punya dua cabang. Di Wamena ada lima tim dan di Kabupaten Jayapura juga ada lima tim. Tenaga pelatihnya 12 orang.

“Kami ada pelatih pa Agung yang sudah ikut lisensi C AFC. Ada juga pelatih yang dapat lisensi dari federasi sepak bola Belanda (KNVB). Kami juga akan kirim pelatih dari Wamena ambil lisensi,” katanya.

Ada juga pelatih asing dari Australia, Kanada dan dari Amerika. Ini kami sebut namanya tur selamat. Mereka akan ada bersama-sama dengan kami selama satu minggu.

Kami punya program di Wamena. Berikutnya di Denpasar, Bali kemudian di Bandung. Kegiatannya lebih untuk menguatkan SSB yang ada disitu. SSB PU tidak hanya fokus bermain bola, tapi kami juga punya program melakukan kunjungan ke Lapas Doyo.

Kami bermain bola bersama para narapidana. Saling menasehati setelah keluar nanti harus menjadi orang yang baru. Hindari narkoba dan jadi teladan bagi generasi muda.

Bas Maxey berharap ada perhatian khusus dari pemerintah dan pihak sponsor terhadap SSB-SSB yang ada di tanah Papua. Tidak berfokus pada liga-liga besar saja. Menurutnya kita di Papua harus fokus kepada anak-anak. Jangan hanya lihat ke atas liga I,II dan III saja, tetapi kita harus lihat SSB-SSB, itu visi kami.

Bas mengaku timnya pernah dibantu Kemenpora, membawa anak-anak dari Wamena untuk mengikuti  turnamen di Kabupaten Jayapura. Dukungan harus merata kepada SSB-SSB yang lain.

SSB Papua United anak asuhnya itu berkolaborasi dari berbagai daerah di pegunungan tengah. Di Wamena itu 50 persen anak-anak itu asal dari  Lanny Jaya, dari Yahuukimo dan Yalimo. Untuk di Sentani kebanyakan dari pegunungan tengah seperti Lanny Jaya, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, hanya sedikit dari Sentani.

“Kami harap bisa tambah dan ini bukan hanya untuk anak-anak Papua, tetapi ada juga anak-anak asing ikut terlibat dari berbagai suku dan agama. Ada Muslim, Khatolik, Kristen Protestan. Ada yang dari negara Amerika, Kolombia, Kanada, Korea. Ada banyak macam suku bangsa,” jelasnya.

Maxey mengatakan SSB PU untuk sementara tidak membuka cabang di daerah lain, dikarenakan tidak adanya sponsor. Saat ini tim berjalan dari sumbangan keluarga.

Kami disuport dari teman-teman, om-om dari  Amerika. Kalau untuk kegiatan-kegiatan disini itu anak-anak mereka kumpul uang untuk beli tiket. Dari Amerika tiga orang kita datangkan, tiket mereka hasil kerja babat rumput. Ada kelompok ibu-ibu mereka sumbang supaya kami adakan kegiatan.

Maxey ia juga berharap perusahan-perusahan besar tidak hanya memperhatikan tim-tim besar saja, namun juga melihat tim-tim kecil atay SSB yang ada di Papua.

"Bagus juga kalau Trigana, Lion Air, Bank Papua dan Freeport itu tidak hanya perhatikan tim-tim besar saja, tapi yang untuk anak-anak juga,” harapnya.

Pelatih Kust Tri Agung menambahkan dalam sepak bola itu teknik, taktik dan fisik sangat menunjang. Tapi disisi lain juga mental serta karakter anak sudah harus dibentuk sejak dini.

"Kedepan anak-anak ini bukan hanya menjadi seorang pemain saja di lapangan, tapi bisa jadi pemimpin yang baik. Selain memiliki kemampuan bermain bola  bagus," ujarnya.

Dalam melatih anak-anak tidak digabungkan, namun dibagi sesuai tingkatan usia anak-anak. Usia 11-12 tahun, disiapkan untuk  Danone cup. Usia 13-14 tahun Menpora cup dan senior 18 tahun ke atas,  kami  siapkan untuk ikut liga nusantara.

SSB PU tidak hanya sekadar melatih saja, namun juga mengorbitkan  pemain ke daerah-daerah  yang membutuhkan pemain. Kami orbitkan pemain-pemain ke sejumlah tim seperti di Persidafon, Mamberamo Raya, Persipuncak Cartenz FC, Oksibil FC  dan Pegunungan Bintang.

“Kami tidak hanya melatih mereka bermain bola saja, tapi kami juga mengajarkan mereka bagaimana karakter yang baik untuk membawa satu tim meraih juara,” demikian kata Agung. (*)

loading...

Sebelumnya

15 tim ramaikan turnamen futsal Bupati Deiyai Cup I

Selanjutnya

Sarmi FC mogok dan protes kepemimpinan wasit

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6122x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5720x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3822x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe