Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Pendamping korban KDRT dapat pelatihan
  • Senin, 10 Juli 2017 — 07:44
  • 811x views

Pendamping korban KDRT dapat pelatihan

"Harapan kami dengan dilatihnya tenaga pendamping bagi korban KDRT ini, nanti mereka dapat memfasilitasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jayawijaya, untuk dilaporkan dan diselesaikan secara ketentuan," kata Asisten II Setda Jayawijaya, Tinggal Wusono saat membuka kegiatan di Sasana Wio, akhir pekan lalu.
Pelatihan bagi tenaga pendamping korban KDRT di Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Yuliana Lantipo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Wamena, Jubi – Sebanyak 10 pendamping korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendapat pelatihan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jayawijaya.

"Harapan kami dengan dilatihnya tenaga pendamping bagi korban KDRT ini, nanti mereka dapat memfasilitasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jayawijaya, untuk dilaporkan dan diselesaikan secara ketentuan," kata Asisten II Setda Jayawijaya, Tinggal Wusono saat membuka kegiatan di Sasana Wio, akhir pekan lalu.

Menurutnya, persoalan kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa ibu dan anak menjadi perhatian pemerintah setempat, termasuk beberapa lembaga swasta yang beroperasi di sana.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPP dan PA) Provinsi Papua, Anike Rawar mengharapkan 10 pendamping itu diberikan sertifikat sebagai kekuatan hukum untuk melakukan tugasnya.

"Kami berharap pemerintah, tokoh agama dan masyarakat mendukung 10 pendamping ini agar mereka bekerja sesuai yang diajarkan selama dua hari," katanya.

Menurut Anike, 10 orang itu dilatih teknik ketika mendapati adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jayawijaya.

"Ini upaya kita untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak sehingga kabupaten ini menjadi daerah yang aman dan nyaman," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

GERMAS disosialisasikan di Jayawijaya

Selanjutnya

DPR RI sayangkan rencana pemindahan pembangunan RS vertikal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 11 Mei 2018 WP | 6394x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2538x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2506x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1430x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1221x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe