Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Harun : Politik dan jabatan penyebab beberapa peristiwa di Intan Jaya
  • Senin, 10 Juli 2017 — 11:06
  • 1049x views

Harun : Politik dan jabatan penyebab beberapa peristiwa di Intan Jaya

"Ini karena kepentingan politik yang membuat situasi seperti itu. Ini masalah politik dan jabatan sehingga Intan Jaya beberapa kali terjadi gesekan. Masyarakat sebenarnya aman, hanya saja orang-orang yang berebut jabatan dan kepentingan politik yang membuat suasana seperti ini," katanya kepada Jubi pekan lalu.
Ilustrasi Masyarakat Intan Jaya - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
Editor : Dominggus Mampioper

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Salah satu warga tokoh masyarakat Intan Jaya, Harun Agimbau menyatakan beberapa kali kejadian kekerasan di Intan Jaya disebabkan karena politik dan jabatan.

Ia mengatakan, penduduk asli Intan Jaya, suku Moni dan suku Wolani merupakan suku yang tidak suka kekerasan. Namun dalam beberapa tahun terakhir ada sejumlah kejadian yang menyebabkan kerugian materi, korban luka hingga korban jiwa. 

"Ini karena kepentingan politik yang membuat situasi seperti itu. Ini masalah politik dan jabatan sehingga Intan Jaya beberapa kali terjadi gesekan. Masyarakat sebenarnya aman, hanya saja orang-orang yang berebut jabatan dan kepentingan politik yang membuat suasana seperti ini," katanya kepada Jubi pekan lalu.

Menurutnya, selama ini masyarakat Intan Jaya hidup rukun dan damai. Mereka tidak pernah ingin daerahnya kacau. Masyarakat Intan Jaya ingin maju dan berkembang seperti suku lain di Papua. 

"Ketika Intan Jaya dimekarkan, sudah bagus. Tapi belakangan ini sudah terjadi beberapa kali gesekan di Intan Jaya. Ini yang masyarakat dan kami tidak inginkan," ujarnya.

Menjelang pemungutan suara ulang (PSU) tujuh TPS di dua distrik di Intan Jaya, Harun mengharapkan semua pihak, terutama pasangan calon, tim sukses dan pendukungnya menahan diri. Jangan lagi ada kejadian seperti ketika pleno hasil pilkada setempat, Februari 2017 yang menyebabkan pertikaian di masyarakat.

"Saya harap KPUD kabupaten, KPU Papua dan KPU RI harus independen. Tidak memihak kepada pasangan calon tertentu. Siapa pun yang terpilih itulah pilihan rakyat. Jangan karena kepentingan politik, masyarakat korban," katanya. 

Sementara komisioner KPU Papua, Tarwinto mengatakan, tujuh TPS yang akan melaksanakan PSU di Intan Jaya yakni TPS 1, TPS 2, TPS 3, dan TPS 4 di Kampung Emondi, Distrik Sugapa, TPS 1 Kampung Soali, TPS 2 Kampung Unabundoga, dan TPS 1 Kampung Tausiga, Distrik Agisiga.

"Secara umum, KPU siap melaksanakan PSU tujuh TPS di Intan Jaya. Sejauh ini tidak ada kendala berarti," kata Tarwinto. (*)

loading...

Sebelumnya

Ditanya goal pencalonannya sebagai gubernur Papua, Waterpauw tak mau tanggapi

Selanjutnya

Tatib DPRP harus rampung sebelum rolling komisi 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe