Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Jurnalisme data penting di era digital
  • Senin, 10 Juli 2017 — 11:23
  • 743x views

Jurnalisme data penting di era digital

“Media harus mencari cara baru dalam memberitakan sebuah infomasi untuk periode yang panjang. Untuk itu media harus menampilkan data. Agar apa yang diberitakan itu jangka panjang dan harus berbeda dengan memberitakan media,” katanya.
Susasana pelatihan jurnalisme investigasi yang digelar Jubi dan Tempo Institute di salah satu hotel di Abepura, Jayapura, 8-9 Juli 2017 – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Perkembangan media online dan media sosial (medsos) mendorong pentingnya jurnalisme yang berbasis pada data.

Demikian dikatakan redaktur eksekutif Majalah Tempo, Wahyu Dhyatmika, dalam pelatihan reportase investigasi bagi jurnalis di Kota Jayapura yang digelar PT Jujur Bicara, perusahaan media (Koran Jubi dan tabloidjubi.com) di Kota Jayapura, Papua bekerja sama dengan Tempo Institute (Majalah Tempo, Koran Tempo dan tempo.co) di Abepura, Jayapura, Minggu (9/7/2017). 

Ia mengatakan, peranan media massa dalam memberitakan informasi kini diambil alih oleh medsos. Untuk itu, media massa penting untuk memberitakan berdasarkan data, sebab medos kini bersaing untuk turut mempengaruhi opini pemberitaan di media. 

“Media harus mencari cara baru dalam memberitakan sebuah infomasi untuk periode yang panjang. Untuk itu media harus menampilkan data. Agar apa yang diberitakan itu jangka panjang dan harus berbeda dengan memberitakan media,” katanya.

Dengan jurnalisme data, lanjutnya, “Kami melihat perkembangan lima tahun ke belakang. Kemudian kami juga bisa menganalisis data-data, atau jumlah anggaran kebijakan, publik.”

Menurut dia dulu peranan media penting untuk mendapatkan informasi, mengubah opini publik. Kini peran itu justru diambil alih medsos. 

Oleh karena itu, sangat penting untuk menulis hasil liputan berdasarkan data.

“Mencari bikin data independen tidak harus data dari pemerintah. Karena hal ini akan sangat membantu dalam mememeroleh data,” katanya.

Pemateri lainnya, Rusman Parabuec, yang juga redaktur Majalah Tempo  mengatakan, tantangan terberat media (mainstream) saat ini adalah bagaimana memverifikasi informasi dan mengecek kebenaran berita. 

“Sekarang semua masyarakat menjadi produsen informasi. Mereka langsung menulis informasi yang mereka alami atau mereka lihat ke media sosial, tanpa harus memanggil jurnalis lagi karena ada media sosial. Jurnalis jauh tertinggal dari infomasi di media sosial, sehingga hal ini berpengaruh pada koran atau majalah yang terbit pada mingguan atau bulanan,” katanya.

Menurutnya, penyebaran informasi yang kini begitu cepat, menjadi tantangan perusahaan media dan jurnalis. 

“Bagaimana menyiasati agar tetap dipercaya publik? Di sinilah pentingnya jurnalisme investigasi, bagaimana menyuguhkan informasi mendalam yang tidak ada di media sosial. Jurnalisme investigasi akan mengembalikan kepercayaan publik kepada media,” katanya.

Pihaknya kini menawarkan satu metode baru jurnalisme di era digital, yaitu jurnalisme investigasi—yang menyajikan informasi secara mendalam dan mengungkap fakta. 

“Kalau informasi medsos menjadi acuan publik akan berpatokan pada media sosial, ini risiko yang harus ditanggung bersama-sama,” katanya. 

Selain mendalam, investigasi, keutamaan media (online) dari pada medsos harus berbasis pada data, verifikasi dan konfirmasi. 

Ketua Dewan Adat Paniai, John Gobay yang juga peserta dalam kegiatan ini menilai, pelatihan menulis laporan investigasi penting bagi wartawan. 

Walau pun wartawan setiap hari menulis, kata John, banyak persoalan di Papua yang harus diinvestigasi, mulai dari masalah perusahaan tambang, kesehatan, ekonomi, pendidikan, lingkungan dan kriminalitas.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh PT Jujur Bicara, perusahaan media (Koran Jubi dan tabloidjubi.com) di Kota Jayapura, Papua bekerja sama dengan Tempo Institute (Majalah Tempo, Koran Tempo dan tempo.co) dari Jakarta, Sebab kegiatan ini sangat membantu wartawan lokal di papua dalam melakukan reportase investigasi,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Bupati Jayapura serukan cinta kasih dan persaudaraan 

Selanjutnya

Pemakaman muslim di Buper masih bermasalah 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe