Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Fiji pertimbangkan isu perikanan dari WWF Pasifik
  • Selasa, 11 Juli 2017 — 06:50
  • 984x views

Fiji pertimbangkan isu perikanan dari WWF Pasifik

"Itulah perspektif mereka dan kami memiliki rencana pengelolaan perikanan yang dilakukan saat ini dan kami memahami keprihatinan mereka. Kami akan melalui konsultasi pertama," katanya.
Masyarakat di Fiji menunjukkan ikan hasil tangkapannya – Fiji Sun
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kementerian Perikanan Fiji akan mempertimbangkan isu-isu yang diangkat oleh World Wide Fund for Nature (WWF) Pacific pada penggalangan dana di Gala Fellowship of the Sea di Labasa. Menteri Perikanan Semi Koroilavesau mengatakan bahwa mereka telah menerima anggaran keuangan untuk konsultasi mengenai rencana pengelolaan perikanan.

Kementerian, dalam APBN 2017-2018, Departemen Perikanan Fiji menerima $ 18,8 juta. WWF-Pacific, dalam siaran persnya, menyatakan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk melakukan reformasi dan memperbaiki pengelolaan perikanan Fiji.

"Ini adalah pesan penting yang disorot dalam laporan ilmiah WWF-Pacific yang baru dirilis mengenai penilaian potensi pemijahan ikan karang yang ditargetkan secara komersial dari iQoliqoli Cokovata di Macuata," kata menteri tersebut.

Koroilavesau mengatakan bahwa mereka mempertimbangkan masalah yang diajukan oleh WWF-Pacific.

"Itulah perspektif mereka dan kami memiliki rencana pengelolaan perikanan yang dilakukan saat ini dan kami memahami keprihatinan mereka. Kami akan melalui konsultasi pertama," katanya.

Salah satu isu yang diajukan kepada Pemerintah untuk menyediakan dana bagi departemen perikanan adalah perikanan darat dan pesisir dan ini adalah pertama kalinya akan dianggarkan.

"Kami beruntung bahwa Pemerintah telah mengalokasikan dana untuk pendirian tiga wilayah perikanan yaitu perikanan budidaya, perikanan darat dan pesisir. Kami sudah berkonsentrasi pada perikanan lepas pantai untuk waktu yang lama. Ini adalah pertama kalinya Pemerintah membentuk struktur inti di dalam kementrian yang merupakan rencana jangka panjang untuk pelayanan tersebut,” kata Menteri Koroilavesau.

WWF-Pacific mengatakan bahwa laporan potensi pemijahan potensial (SPR) merekomendasikan perlunya uji coba batas ukuran minimum baru untuk ikan karang sebagai rekomendasi pengelolaan inti sehingga masyarakat lokal bersama pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan semuanya dapat memperoleh pengalaman dengan proses pelaksanaan yang berhasil.

"Hasil dalam laporan tersebut dianalisis dari data yang dikumpulkan di Macuata dari bulan Oktober 2014 sampai Mei 2016, di mana sebuah tim yang terdiri dari 12 anggota masyarakat mengukur 5.226 ikan, dari 33 terumbu karang di seluruh iQoliqoli di distrik Mali, Sasa, Dreketi dan Macuata," tulis pernyataan WWF-Pasifik. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemantau Pemilu PNG rekomendasikan peninjauan ulang daftar pemilih

Selanjutnya

Vanuatu canangkan pertanian dulu, komputer kemudian

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4874x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2803x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2702x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe