Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Saluran irigasi tak ada, padi di Kampung Sabon sering terendam banjir
  • Selasa, 11 Juli 2017 — 11:53
  • 626x views

Saluran irigasi tak ada, padi di Kampung Sabon sering terendam banjir

Seorang Tokoh Masyarakat Sabon, Soter Kamiawi kepada Jubi Senin (10/7/2017) menjelaskan, tiga tahun silam, masyarakat setempat membuka lahan seluas 80 hektare untuk ditanam padi. Hanya dalam dua tahun terakhir, lahan dibuka sangat terbatas karena tanaman padi sering terendam banjir.
Tokoh Masyarakat Kampung Sabon, Soter Kamiawi bersama dua warga lain di DPRD Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat asli Papua di Kampung Sabon, Distrik Waan, Kabupaten Merauke adalah tak ada saluran irigasi di areal persawahan mereka. Akibatnya, ketika musim hujan, tanaman padi terendam banjir. Kondisi ini terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Seorang Tokoh Masyarakat Sabon, Soter Kamiawi kepada Jubi Senin (10/7/2017) menjelaskan, tiga tahun silam, masyarakat setempat membuka lahan seluas 80 hektare untuk ditanam padi. Hanya dalam dua tahun terakhir, lahan dibuka sangat terbatas karena tanaman padi sering terendam banjir.

“Kalau ada saluran irigasi di areal persawahan, tentunya banjir tak akan tergenang dan dapat dipastikan lahan yang dibuka akan lebih luas lagi,” ujarnya.

Tahun ini, katanya, hanya empat hektare. Itupun ditanam perorangan. Tidak dalam bentuk kelompok dan hanya di tempat tertentu untuk menghindari banjir.

“Secara umum, tanah milik masyarakat di Kampung Sabon masih sangat luas. Hanya saja, ketika membuka dalam skala luas, dikhawatirkan padi akan mati terendam banjir,” katanya.

Ditambahkan, di kampung tersebut, telah ada mesin penggilingan padi yang diberikan pemerintah lima tahun silam.

Dengan mesin itu, lanjut dia, masyarakat termotivasi membuka lahan tanam padi. “Kita berharap sekiranya ada perhatian pemerintah melakukan survei lokasi sekaligus dibangun saluran irigasi. Sehingga kalau datang banjir, tanaman padi tak terendam,” pintanya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu saat dimintai komentarnya mengatakan akan memperjuangkan permintaan serta harapan masyarakat dari Kampung Sabon.

“Saya tahu persis kalau masyarakat di Kampung Sabon adalah pekerja keras. Lahan mereka dimanfaatkan dengan baik menanam padi maupun jenis umbi-umbian. Ini perlu didorong kepada pemerintah setempat,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pemkab Merauke diminta seriusi penyelesaian tanah ulayat

Selanjutnya

Lahan RS Tipe B di Kapundu masih dipersoalkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe