Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Penetapan LE sebagai tersangka diduga "beraroma" pilgub Papua
  • Selasa, 11 Juli 2017 — 12:29
  • 1136x views

Penetapan LE sebagai tersangka diduga "beraroma" pilgub Papua

"Saya melihat ini karena hanya mereka kaitkan dengan politik. Ini semua karena dampak politik, bagaimana mencari celah. Ini terkait pernyataan beliau di Kanggime, Kabupaten Tolikara. Beliau hadir di sana ketika itu sebagai ketua partai. Kecuali kalau beliau tidak dalam posisi ketua partai," kata Wonda, Senin (10/7/2017).
Ketua DPD Demokrat Papua, Lukas Enembe - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Salah satu petinggi Partai Demokrat di Papua, Yunus Wonda menyatakan, penetapan Ketua DPD Demokrat Papua, Lukas Enembe (LE) sebagai tersangka kasus dugaan pidana pilkada dalam PSU pilkada Tolikara beberapa waktu lalu "beraroma" kepentingan politik jelang pilgub Papua, 2018 mendatang.

Ia menilai, ini hanya dampak politik jelang pilgub Papua. Akibatnya, semua hal dikaitkan untuk menggoyahkan posisi Lukas Enembe sabagai salah satu bakal calon.

"Saya melihat ini karena hanya mereka kaitkan dengan politik. Ini semua karena dampak politik, bagaimana mencari celah. Ini terkait pernyataan beliau di Kanggime, Kabupaten Tolikara. Beliau hadir di sana ketika itu sebagai ketua partai. Kecuali kalau beliau tidak dalam posisi ketua partai," kata Wonda, Senin (10/7/2017).

Menurut dia, tidak ada salahnya ketika Lukas Enembe sebagai partai hadir di Tolikara ketika itu, karena salah satu calon kepala daerah setempat merupakan kader Partai Demokrat dan diusung oleh partai.

"Beliau sebagai ketua partai yang memang harus menyampaikan. Beliau kan tidak berkampanye harus ini dan itu. Hanya menyampaikan posisi mereka di Tolikara memilih siapa. Semua berharap beliau dua periode dan beliau menyampaikan kalau mau saya dua periode, ya pilih Usman. Beliau tidak menyampaikan dalam kampanye hadir sebagai gubernur," ujarnya.

Ia menilai kesalahan Lukas Enembe hanya satu, kembali akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Papua pada pilgub mendatang. Akibatnya, dia menduga ada pihak-pihak yang berupaya mencari celah untuk menggoyahkan posisi mantan Bupati Puncak Jaya itu.

"Ini hanya untuk kepentingan politik. Tapi kami secara partai tentu tak akan tinggal diam, kami akan siapkan tim kuasa hukum," katanya.

Kapolda Papua, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar yang juga merupakan Ketua Penyidik Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Papua menyatakan, Gakkumdu Tolikara menetapkan, Lukas Enembe sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana pelanggaran pilkada Tolikara.

"Berkas tindak pidananya sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Untuk pencabutan surat pengaduan diperlukan pembicaraan pada Gakkumdu, karena bukan hanya polisi yang ada di dalam Sentra Gakumdu itu,” kata Boy Rafli usai upacara HUT Bhayangkara ke-71 tahun di Lapangan Brimob Papua, Kota Jayapura, Senin (10/7/2017).

Menurutnya, pencabutan surat pengaduan oleh salah satu calon Kepala Daerah Tolikara lalu, tidak langsung menghentikan proses penyidikan, karena kasus itu adalah tindak pidana pemilu, bukan delik aduan. (*)

Sebelumnya

Anggota MRP mendatang jangan hanya sekadar duduk manis 

Selanjutnya

Calon anggota MRP perwakilan Nduga dikritik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe