Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. BRG akan mulai studi pemetaan tiga desa
  • Selasa, 11 Juli 2017 — 19:12
  • 1246x views

BRG akan mulai studi pemetaan tiga desa

Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A. Safitri mengatakan Papua merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang menjadi prioritas penanganan lahan gambut oleh pihaknya.
Ilustrasi lahan gambut di Merauke, Papua - IST
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Dalam minggu ini, Badan Restorasi Gambut (BRG) akan memulai pemetaan sosial di tiga desa di Kabupaten Merauke, yakni Kaliki, Sumber Rejeki dan Sumber Mulya.

Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A. Safitri mengatakan Papua merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang menjadi prioritas penanganan lahan gambut oleh pihaknya.

"Pengumpulan data untuk mendukung pelaksanaan proyek restorasi gambut. Sebelumnya kami juga sudah merekrut dan memberikan pelatihan fasilitator desa untuk ditempatkan di desa target restorasi gambut," kata Myrna kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (11/7/2017).

Dalam melakukan restorasi itu, pendekatan kebudayaan Papua menjadi perhatian penting lembaga ini. Oleh karena itu, upaya penyiapan masyarakat di level kampung menjadi perhatian.

"Masyarakat memang punya kemampuan, tetapi ada juga kondisi yang berubah dari ekosistem. Inilah yang perlu dipertemukan pengetahuan-pengetahuan seperti ini," ucapnya.

Agar berjalan maksimal, pihaknya akan menempatkan fasilitator di setiap kampung. "Merekalah yang akan menjadi agen kami untuk mensosialisasikan, memberikan edukasi kepada masyarakat," tambahnya.

Ia menekankan, pemetaan sosial harus dilakukan agar ada profil kampung yang lengkap dengan data terbaru. "Data inilah yang setiap tahun akan diperbaharui, dan hal ini juga sudah didiskusikan dengan Universitas Cenderawasih," katanya.

Selain pendekatan kebudayaan, ekonomi juga salah satu yang didorong dalam program restorasi gambut ini. "Kebijakan yang kami lihat sudah ada payung kebijakannya adalah Bundes, dan kami juga mendorang di setiap desa ada pembentukan Bundes dimana kami siap fasilitasi itu," ucapnya.

Dia menambahkan, untuk Papua masih pada fase satu (awal) untuk betul-betul bisa menentukan lokasi-lokasi desa selanjutnya, tidak hanya di Merauke tetapi juga segera identifikasi di Kabupaten Mappi.

Sementara itu, Antropolog Papua Enos Rumansara mengatakan Papua memiliki kondisi dan kelakuan yang berbeda dengan provinsi lainnya di Indonesia, sehingga harus ada penelitian.

"Melakukan di selatan dan utara tentu berbeda begitu juga dengan pegunungan, tetapi di selatan ini yang kami lakukan lebih awal," kata Enos.

Mungkin akhir bulan ini, ujarnya, akan riset tentang komoditi di lahan gambut, karena biasanya kalau ini dikembangkan sementara tidak ada lahan pasar maka sama saja omong kosong. (*)

Sebelumnya

Kabupaten dan kota diharapkan berkomitmen berantas korupsi

Selanjutnya

Elia Loupatty : restorasi gambut perlu ada kesepahaman

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe