Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. China sumbangkan peralatan pada Parlemen Vanuatu
  • Rabu, 12 Juli 2017 — 07:31
  • 1386x views

China sumbangkan peralatan pada Parlemen Vanuatu

Duta Besar China, menggambarkan hubungan antara Republik Rakyat Cina dan Vanuatu sebagai "Hubungan Strategis dengan saling menghormati dan pengertian bersama".
Ketua Parlemen Vanuatu Esmon Saimon dan Duta Besar Liu Quan saat penandatanganan serah terima bantuan - Vanuatu Daily
Admin Jubi
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Duta Besar China untuk Vanuatu, Liu Quan, telah menyerahkan peralatan parlementer senilai sekitar Vt8 juta kepada parlemen nasional.

Sumbangan tersebut mencakup 52 ponsel berkualitas tinggi untuk 52 anggota parlemen.

Duta Besar China, menggambarkan hubungan antara Republik Rakyat Cina dan Vanuatu sebagai "Hubungan Strategis dengan saling menghormati dan pengertian bersama".

Berbicara kepada Vanuatu Daily setelah penandatanganan dan penyerahan bersama Ketua Parlemen Esmon Saimon, Duta Besar Liu Quan menegaskan kembali pentingnya Pemerintah China berada di Vanuatu dan juga negara-negara Kepulauan Pasifik lainnya.

"Pemerintah China selalu menjaga hubungan kita dengan Vanuatu dan negara-negara pasifik lainnya sebagai "Hubungan Strategis" dengan Mutual Respect and Common Understanding. Kami selalu dan akan terus menjaga perdamaian dan pembangunan dan berbagi hasil pembangunan dengan Masyarakat Pasifik Selatan," kata Liu.

Dia mengungkapkan bahwa China ditetapkan untuk menjadi "Developed Nation" pada tahun 2049.

"Pada tahun 2049, China akan beralih dari negara berkembang menjadi 'Developed Nation'," kata Liu.

Mengenai masalah kehadiran China di Vanuatu dan Pasifik, Duta Besar Liu Quan, menjawab: "Bukanlah niat kita untuk mengendalikan siapapun, melainkan untuk membantu negara-negara berkembang lainnya dan memberikan bantuan yang mereka butuhkan untuk membangun dan memajukan negara-negara ini secara ekonomi di daerah yang berbeda seperti yang telah kita lakukan. Katakan di sini di Vanuatu seperti yang terlihat hari ini seperti, dermaga infrastruktur utama, kantor Perdana Menteri, jalan, fasilitas Olahraga Mini-Games, Chancery China, dan proyek lain yang telah kita lakukan di masa lalu seperti Pusat konvensi nasional dan jaringan pipa,"

Dia mengatakan dengan populasi 1,4 miliar orang, China memiliki pemerintah terbesar kedua di dunia sementara pada saat bersamaan, bergerak menuju "Negara Maju" pada tahun 2049, 32 tahun dari sekarang. Dia mengulangi bahwa bukan niat China untuk mengendalikan siapapun, melainkan untuk menjaga perdamaian dan pembangunan dan berbagi hasil pertumbuhan dengan Vanuatu dan masyarakat Pasifik.

"Sekali lagi, China akan selalu mempertahankan hubungan strategis dengan saling menghormati dan memahami bersama, seperti yang telah terjadi di masa lalu dan akan berlanjut di masa depan," tegas Liu. (*)

loading...

Sebelumnya

Anggota komite pengawas Pemilu PNG mengundurkan diri

Selanjutnya

Negara-negara Pasifik didesak tingkatkan keamanan di laut

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe