Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Amnesty minta kejahatan terhadap warga Mosul diselidiki
  • Rabu, 12 Juli 2017 — 15:00
  • 817x views

Amnesty minta kejahatan terhadap warga Mosul diselidiki

Jakarta, Jubi - Organisasi pemerhati HAM Amnesty International meminta pembentukan komisi untuk menyelidiki kejahatan terhadap warga sipil yang dilakukan semua pihak dalam pertempuran merebut Mosul dari militan ISIS.
Warga Mosul. Jubi/AFP
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jakarta, Jubi - Organisasi pemerhati HAM Amnesty International meminta pembentukan komisi untuk menyelidiki kejahatan terhadap warga sipil yang dilakukan semua pihak dalam pertempuran merebut Mosul dari militan ISIS.

"Kengerian yang disaksikan warga Mosul dan pengabaian kehidupan manusia dalam konflik ini mesti dihukum," kata Lynn Maalouf, direktur penelitian Timur Tengah di Amnesty International sebagaimana dikutip AFP, Selasa (11/7).

Pernyataan itu dilontarkan setelah pemerintah Irak resmi mengumumkan kota terbesar yang dikuasai ISIS di negara tersebut sudah direbut kembali. Perebutan ini diraih lewat operasi pasukan pemerintah yang dimulai sejak akhir 2016 lalu.

Operasi besar-besaran yang didukung koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat ini memakan banyak korban dari pihak warga sipil.

Ribuan orang tewas dan terluka. Sementara separuh dari populasi kota tersebut terpaksa mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.

Kota Tua Mosul porak-poranda. Ribuan bangunan di Kota Tua bersejarah hancur akibat serangan itu. Juga menghancurkan hampir 500 bangunan.Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan 920 ribu orang mengungsi selama operasi. Sebagian besar masih belum mempunyai tempat tinggal.

"Infrastruktur layanan penting seperti air, listrik dan lain-lain, termasuk sekolah dan rumah sakit, mesti diperbaiki atau dibangun kembali," kata UNHCR.

"Kekhawatiran yang tersisa; kurangnya layanan dasar; kontaminasi bahan peledak dan kerusakan rumah-rumah, bisnis dan infrastruktur publik--termasuk sekolah dan rumah sakit--semua menjadi penghalang bagi mereka untuk pulang," bunyi pernyataan yang ditandatangani oleh sejumlah kelompok, termasuk Norwegian Refugee Council, Oxfam dan Save the Children.

ISIS telah kehilangan sebagian besar wilayah yang sempat mereka kuasai. (*)

 

loading...

#

Sebelumnya

Terkait kasus MV Caledonian Sky, Pemerintah: IPB sedang mengkaji

Selanjutnya

Hakim AS hentikan pemulangan pengungsi Irak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe