Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Wabah serampah di Tigi Barat, 40 balita meninggal dunia
  • Rabu, 12 Juli 2017 — 19:35
  • 2015x views

Wabah serampah di Tigi Barat, 40 balita meninggal dunia

Untuk mencegah wabah tersebut, Kepala Distrik Tigi Barat, Fransiskus Bobii telah membentuk tim di ruang rapat kantor distrik yang melibatkan pihak medis dan satuan tugas kaki telanjang (satgas Kijang) dari PKM Tenedagi dan Gakokebo, Rabu (12/7/2017).
Tim medis saat pertemuan di aula Distrik Tigi Barat, Deiyai, Rabu (12/7/2017) – Jubi / Ist.
Abeth You
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Deiyai, Jubi – Wabah penyakit serampah telah menyerang empat kampung di Distrik Tigi Barat, Deiyai. Di empat kampung, Digikotu, Piyakedimi, Yinidoba, dan Epanai dilaporkan penyakit mirip campak itu menyebabkan meninggalnya 40 balita.
 
Untuk mencegah wabah tersebut, Kepala Distrik Tigi Barat, Fransiskus Bobii telah membentuk tim di ruang rapat kantor distrik yang melibatkan pihak medis dan satuan tugas kaki telanjang (satgas Kijang) dari PKM Tenedagi dan Gakokebo, Rabu (12/7/2017).
 
“Kami mendapatkan informasi dari laporan para kepala kampung, kami langsung sikapi dan mengundang petugas medis dan satgas Kijang,” kata Fransiskus Bobii kepada Jubi di sela-sela pertemuan.
 
Dalam rapat tersebut, dikatakan Bobii, telah terbentuk dua tim yang dipimpin Kepala Puskesmas Ayatei, Yonathan Badii dan Kepala Puskesmas Tenedagi Yulianus Edoway.
 
“Usai pembentukan tim, dipimpin dr. Indah Erawati langsung turun ke beberapa kampung yang terserang wabah serampah,” jelas Fransiskus.
 
Ketua tim, Yonathan Badii mengatakan, hasil yang diperoleh timnya di lapangan murni penyakit serampah. Penyakit serampah secara medis disebut Exanthema Subitum atau Roseola Infantum (sixth disease).
 
“Hasil diagnosis ditetapkan jika kematian tersebut akibat serangan wabah serampah,” kata Badii.
 
Ia mengatakan, Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai juga turun ke lapangan menyusul tim dari distrik yang sudah duluan.
 
Kepala Bidang P2M (Pemberantasan Penyakit Menular) Dinkes Deiyai, Naomi Edoway mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan akan menyiapkan obat-obatan.
 
Menurut Naomi, wabah serampah ini baru terjadi di Tigi Barat, bahkan Deiyai secara umum. Untuk penanganan, tim yang dibentuk Distrik Tigi Barat telah turun mendata di empat kampung tersebut.
 
“Mereka kekurangan obat, sehingga kami dari Dinas, besok (Kamis, 13/7/2017) segera turun membawa obat-obatan ke empat kampung untuk melakukan penanganan,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pasien KPS dan BPJS wajib bawa surat rujukan di RSUD

Selanjutnya

WVI, Unicef, dan Pemkab Jayawijaya luncurkan program sanitasi sekolah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 11 Mei 2018 WP | 6363x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2461x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2330x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe