Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Theo Hesegem sebut ada media online buat berita bohong tentang dirinya
  • Kamis, 13 Juli 2017 — 07:49
  • 910x views

Theo Hesegem sebut ada media online buat berita bohong tentang dirinya

“Saya tidak pernah menulis itu di facebok saya. Dan media itu bilang sudah konfirmasi ke saya, padahal tidak pernah ada orang atau siapapun dari papuatoday.id yang menghubungi saya,” jelas Theo Hesegem kepada Jubi, Kamis (13/7/2017).
Ilustrasi - IST
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Theo Hesegem, aktivis Hak Asasi Manusia di Wamena menyebut sebuah media online yang menggunakan domain papuatoday.id telah membuat berita bohong tentang dirinya.

Pada berita berjudul “Kebohongan yang dituliskan di facebook Theo Hesegem”, dan disiarkan pada tanggal 29 Juni 2017, media tersebut menulis :
“Perlu kita ketahui bahwa Indonesia kembalikan sembilan kasus ke Polda  Papua. Waktu presentasi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sidang ham PBB pada 3 Mey 2017 dan Presentase itu disampaikan kepada 109 Negara yang ikut hadir pada waktu itu. Dan hasil presentasenya mereka melihat dan mendengar. Tetapi apakah anda yakin bahwa Polda Papua akan tuntaskan sembilan kasus itu ? Saya sendiri belum menyakinkam betul semuanya akan tuntas. Karena kasus Opinus Tabuni yang ditembak pada 9 Agustus 2008 di Wamena,  Polda tidak berani mengungkapkan pelakunya hingga sampai sekarang. Pelaku penembakan Yawan Wayeni justru dilindungi dan tidak diberi hukuman. Polda menganggap bahwa pelaku penembakan Yawan Wayeni telah melakukan sesuai dengan prosedur dan mekanisme. Justru anggota yang mengambil vidio Yawan Wayeni yang diberikan disiplin kode etik. Padahal kasus Yawan Wayeni, salah satu kasus yang menjadi sorotan internasional. By Theo Hesegem didinding facebooknya hari ini.”

“Media itu bilang sudah konfirmasi ke saya, padahal tidak pernah ada orang atau siapapun dari papuatoday.id yang menghubungi saya,” jelas Theo Hesegem kepada Jubi, Kamis (13/7/2017).

Menurut Theo media seperti ini sangat provokatif dan menyebar kebohongan saja. Sudah waktunya Dewan Pers, organisasi pers dan aparat penegak hukum menertibkan media-media penebar hoax seperti papuatoday.id.

“Sekali lagi saya mau sampaikan bahwa saya tidak pernah dihubungi oleh papuatoday.id. Media itu menulis dengan opini sendiri  untuk memperlihatkan seolah-olah saya berbohong,” lanjut Theo.

Terpisah, ahli pers Dewan Pers di Papua, Victor Mambor mengatakan saat ini memang semakin banyak media online yang tidak jelas menyebarkan berita bohong tentang Papua. Media seperti ini menurutnya bisa disebut media abal-abal.

“Sebenarnya mudah saja membedakan media yang benar dan media abal-abal. Cukup lihat saja apakah ada susunan redaksinya? Susunan redaksi adalah bentuk pertanggungjawaban media atas kontennya,” kata Mambor.

Lanjutnya, walaupun ada susunan redaksinya, masih harus dilihat lagi apakah media tersebut memiliki badan hukum dan alamat yang jelas. Kalau tidak ada alamat jelas dan tidak berbadan hukum, media tersebut tidak bisa dipercaya kebenaran isinya.

“Sekarang Dewan Pers sudah mengharuskan media di verifikasi. Kita bisa lihat media-media mana saja yang sudah terdaftar di dewan pers melalui situs dewanpers.or.id,” kata Mambor lagi.

Menurutnya, saat ini selain situs abal-abal, penyebar hoax juga memanfaatkan media sosial. Sehingga masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengkonsumsi berita dan membagikannya di media sosial. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kajati Papua : Kasusnya (LE) sudah daluarsa, secara formil sudah tidak bisa

Selanjutnya

Aktivis anti korupsi : Tipikor lebih penting dibanding pidana pemilu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe