Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. RSUD Sultra kekurangan dokter spesialis
  • Minggu, 09 Oktober 2016 — 07:18
  • 1941x views

RSUD Sultra kekurangan dokter spesialis

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Yusuf Hamra, mengatakan rumah sakit pemerintah daerah yang dipimpinnya itu masih kekurangan dokter spesialis.
Ilustrasi. RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara kekurangan dokter spesialis. – tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Kendari, Jubi - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Yusuf Hamra, mengatakan rumah sakit pemerintah daerah yang dipimpinnya itu masih kekurangan dokter spesialis.

"Kondisi ini tentunya bisa menghambat pelayanan prima pada kasus penyakit tertentu jika dokternya belum ada atau kurang," kata Yusuf Hamra di Kendari, Sabtu (9/10/2016).

Ia mengatakan, jumlah dokter yang bertugas di RSUD Bahteramas Sultra yakni sekitar 77 orang, dari jumlah tersebut terdapat 42 dokter spesialis.

"Tetapi untuk penyakit tertentu atau sub spesialis seperti penyakit ginjal, parasitologi, pulmonologi, orthopaedi dan sub spesialis lainnya masih terbatas. Bahkan ada yang sama sekali belum ada tenaganya," ujarnya.

Dikatakan pula, untuk dokter spesialis tumor, bedah dan penyakit dalam sudah cukup banyak, kemudian RSUD ini didukung 30 dokter umum dan tiga dokter gigi.

"Namun untuk memaksimalkan fungsi pelayanan, jumlah dokter tidak akan cukup. Sebab tuntutan masyarakat akan terus meningkat," katanya.

Terkait masalah itu, kata dia, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap tenaga dokter spesialis. Salah satunya, dengan memberi peluang pada dokter untuk melanjutkan studi.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Yaudu Salam Ajo, meminta kepada pengelola RSUD untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

"Dengan pelayanan prima kepada pasien bisa menjadi salah satu upaya mendorong rumah sakit ini naik status atau tipe dari kelas tipe B menjadi tipe A," kata Yaudu.

Ia mengatakan, rumah sakit Bahteramas sudah menjadi kebanggaan masyarakat Sultra karena menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan kelas B yang ada di Sultra "Status yang disandang RSUD Bahteramas Sultra sehingga masyarakat tidak harus lagi berobat jauh ke rumah sakit lain di luar daerah karena sudah bisa menjadi rumah sakit rujukan tipe B," katanya.

Ia mengaku, pihaknya berkomitmen bersama-sama pemerintah daerah menaikkan status rumah sakit menjadi tipe A sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia kesehatan.(*)
 

loading...

Sebelumnya

Jumlah wisman ke Sulut meningkat 251 persen

Selanjutnya

Harga vanili di Sulut melejit

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat