Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Pemkab Deiyai dinilai abaikan tupoksi kabid dan kasi
  • Kamis, 13 Juli 2017 — 13:43
  • 1509x views

Pemkab Deiyai dinilai abaikan tupoksi kabid dan kasi

Bobii meminta kepada Bagian  Bagian Organisasi Tata Laksana setempat untuk memberikan pikiran penyelenggaraan Pemda Deiyai. “Bagian Ortal jangan main-main. Karena Ortal itu pusat kelembagaan, ia merangkul semua kinerja dari kepala seksi sampai SKPD,” tegas mantan Kadib Perekonomian Bappeda Deiyai ini.
Mando Mote, selaku Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian Deiyai pada sosialisasi Perbup Deiyai – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Deiyai, Jubi – Pemerintah Kabupaten Deiyai dinilai telah mengabaikan tugas pokok dan fungsi  dari para pejabat eselon III dan IV—Kepala Bidang (Kabid) dan Kepala Seksi (Kasi), dari dua Sekretariat, satu Inspektorat, 21 Dinas, enam Badan dan lima distrik.

“Roh dari Pemda Deiyai ada di sosislasasi Peraturan Bupati Nomor 1-32 tentang uraian tugas pokok fungsi dan tata kerja pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tetapi, kenapa selama ini Pemda Deiyai tidak terlihat tugas kepada kepala bidang dan kepala seksi. Itu karena adanya ego dari kepala OPD dan mereka ini (kepala OPD) tidak mengerti tupoksi,” kata Kepala Distrik Tigi Barat, Deiyai, Fransiskus Bobii kepada Jubi menanggapi sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 1-32 tentang uraian tugas pokok fungsi dan tata kerja pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Waghete, Rabu, 12/7/2017).

Bobii meminta kepada Bagian  Bagian Organisasi Tata Laksana setempat untuk memberikan pikiran penyelenggaraan Pemda Deiyai. “Bagian Ortal jangan main-main. Karena Ortal itu pusat kelembagaan, ia merangkul semua kinerja dari kepala seksi sampai SKPD,” tegas mantan Kadib Perekonomian Bappeda Deiyai ini.

“Para kepala OPD di Deiyai juga belum membuka diri dengan dunia luar. Apapuan yang terjadi bukan masalah, tapi itu mampu menciptakan bagi stafnya, itu baru ada sejahtera. Sehingga OPD yang tidak ikut itu rugi, untung bagi kepala dinas membuka diri dengan kemajuan daerah lain,” katanya.

Hal senada dikatakan Mando Mote, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian, bahwa penyelenggaraan pemerintahan Deiyai terbungkus rapi dengan kepentingan tertentu, sehingga terkesan ada yang dipolitisir.

“Kalau seorang guru tempatkan di dinas Perikanan, ia punya ilmu perikanan dari mana? Sangat buta. Maka, pelatihan atau studi banding harus banyak-banyak,” ungkap purna praja ini.

Ia meminta kepada Bupati setempat agar yang dibutuhkan harus adanya ketat dalam pengawas, sebab selama ini Deiyai terjadi los kontrol. “Mereka menjalankan semaunya. Terjadi los evaluasi. Ke depan, job analisis supaya berjalan sesuai tupoksi dan pengaruh pada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, walaupun pihaknya telah dilantik namun pengelolaan keuangan di bidang yang ia pimpin sangat sulit sebab semua usulan selalu dipangkas oleh Bappeda dan DPKAD. (*)

loading...

Sebelumnya

Amankan PSU di Intan Jaya, Polres Paniai turunkan 130 personel

Selanjutnya

Pilkada Intan Jaya, Yunus Kalabetme: kami sudah menang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe