Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Diduga ada skenario menutupi masalah Papua
  • Kamis, 13 Juli 2017 — 13:52
  • 1400x views

Diduga ada skenario menutupi masalah Papua

Politikus Partai NasDem itu mengajak semua pihak melihat masalah Papua lebih serius lagi untuk memulihkan nama negara di mata dunia. Jangan mengorbankan negara karena kepentingan pribadi dan kelompok.
Ilustrasi Demo HAM di Papua - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Laurenzus Kadepa menduga sejumlah polemik yang terjadi di Papua belakang ini merupakan skenario pengalihan isu penyelesaian berbagai masalah Papua, terutama dugaan pelanggaran HAM yang hingga kini tak ada kejelasan.

Anggota Komisi I DPR Papua bidang politik, hukum dan HAM itu mengatakan, ada beberapa polemik yang muncul di Papua belakang ini di antaranya PKH karyawan Freeport, dugaan terbakarnya kita suci, konflik pilkada, penembakan terhadap warga sipil yang disebut aparat keamanan anggota kelompok OPM beberapa hari lalu, hingga yang terbaru penetapan Ketua DPD Demokrat yang juga bakal calon gubernur Papua petahana, Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan tindak pidana pelanggaran pemilu jelang PSU pilkada Tolikara.

"Saya pikir ini pengalihan isu, kalau begini terus kapan masalah Papua selesai. Hal utama yang harusnya dilihat sebagai hal penting diselesaikan adalah berbagai dugaan pelanggaran HAM. Ada kasus Biak berdarah, Wamena, Wasior dan Paniai. Ada masyarakat Papua yang korban dengan berbagai tuduhan. Bukan fokus pada masalah pilkada," katanya kepada Jubi, Rabu (12/7/2017).

Politikus Partai NasDem itu mengajak semua pihak melihat masalah Papua lebih serius lagi untuk memulihkan nama negara di mata dunia. Jangan mengorbankan negara karena kepentingan pribadi dan kelompok.

"Kalau seperti ini, masalah utama dilupakan, Papua tanah damai akan semakin jauh. Selesaikan dulu masalah kemanusiaan dan bagaimana memulihkan nama negara," ujarnya.

Katanya, lupakan kepentingan politik pilkada. Perlu diingat ada berbagai kasus kemanusiaan di Papua yang belum tuntas. Institusi negara, pemerintah dan pihak terkait di Papua harusnya fokus pada hal itu.

"Dalam masa pilkada memang musim banyak tersangka, tapi lupakan dulu kepentingan pilkada. Jangan sibuk mengurus hal sepele dan melupakan masalah yang lebih penting," katanya.

Menurutnya, jika pihak terkait hanya sibuk saling serang untuk kepentingan politik, pilkada dan lainnya, tak ada gunanya. Tidak perlu saling mencari kesalahan. Sebagai lembaga dan perpanjangan tangan negara, bagaimana semua pihak bekerja dan memulihkan nama negara di masyarakat.

"Bukan justru membuat citra negara hancur. Akhirnya kita bingung siapa benar, siapa salah dalam berbagai polemik kini," ucapnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni. Menurutnya,  ada kepentingan politik di balik penetapan gubernur Papua sebagai tersangka dugaan pelanggaran pemilu oleh Gakkumdu Tolikara.

"Jangan sampai ada gejolak di masyarakat. Ini yang harus dihindari. Semua pihak jangan memperkeruh suasana dan menciptakan polemik," kata Elvis. (*)

Sebelumnya

Aktivis anti korupsi : Tipikor lebih penting dibanding pidana pemilu

Selanjutnya

KPU Papua segera laporkan hasil PSU Intan Jaya ke MK

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe