close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. BPS survei tangkapan ikan nelayan 
  • Kamis, 13 Juli 2017 — 18:45
  • 1914x views

BPS survei tangkapan ikan nelayan 

Kepala Seksi Statistik Produksi BPS Jayapura, Dave Lewerissa mengatakan, survei dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis ikan yang ditangkap, volume tangkapan dan nilai jualnya. Survei serupa dilakukan pada Januari hingga Maret lalu. 
Petugas BPS ketika melakukan survei dengan mengambil data pada seorang nelayan di Kampung Supa – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Sentani, Jubi – Untuk mengetahui jumlah tangkapan ikan laut yang didapat nelayan tradisional, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayapura melakukan survei perikanan tahun 2017.

Kepala Seksi Statistik Produksi BPS Jayapura, Dave Lewerissa mengatakan, survei dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis ikan yang ditangkap, volume tangkapan dan nilai jualnya. Survei serupa dilakukan pada Januari hingga Maret lalu. 

“Kali ini survei untuk triwulan II. Dengan model dan angket yang sama kita lakukan pada triwulan pertama, misalnya, berapa tangkapan nelayan setiap hari, jumlah ikan yang didaratkan, termasuk jumlah atau nilai yang didapat dari hasil tangkapan yang dijual,” katanya kepada Jubi di Kampung Supa, Distrik Depapre, Kamis (13/7/2017).  

Dari data yang dihimpun triwulan I, II, dan III, pihaknya membuat statistik per tahun. Data tersebut akan disinkronkan dengan hasil sensus ekonomi, sensus data penduduk, dan Susenas awal 2017.

“Data ini akan disinkronkan semua menjadi sebuah data statistik yang besar untuk Kabupaten Jayapura. Dari hasil ini pula akan diketahui semua tingkatan, baik pendapatan ekonomi, maupun peningkatan dan penurunan yang dialami,” ujarnya. 

Salah seorang nelayan tradisional, Lodwik mengatakan, sebagai nelayan, pihaknya bergantung pada banyak hal. Misalnya, fasilitas yang digunakan, kondisi cuaca dan musim. Hasil tangkapan dengan fasilitas tradisional lalu dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga dan sekolah. 

“Ketika mendapat hasil yang banyak. Kita bawa ke tempat pelelangan ikan di Depapre. Biasanya langsung dibeli para tengkulak,” katanya.

Meski demikian, ia menyesalkan harga yang jauh lebih murah dari perkiraan nelayan. “Kita butuh uang, tapi apa boleh buat tengkulak mendapat untung dua hingga tiga kali lipat dari apa yang kita dapat,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

UPTD Pasar Pharaa usulkan penambahan truk sampah 

Selanjutnya

Forkot: Sungai bukan tempat sampah 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4883x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4314x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4185x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3509x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2957x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe