Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Kematian lebih 30 balita di Distrik Tigi Barat akibat 7 jenis penyakit
  • Jumat, 14 Juli 2017 — 08:03
  • 1309x views

Kematian lebih 30 balita di Distrik Tigi Barat akibat 7 jenis penyakit

Ketua tim Dinkes Deiyai dr. Selpius Ukago mengatakan, hari pertama, Kamis (13/7/2017), kegiatan tim medis untuk kasus meninggalnya puluhan bayi dan balita di Distrik Tigi Barat pada empat kampung Digikotu, Yinidoba, Piyajedimi, dan Epanai, dipusatkan di halaman balai kampung Yinidoba.
Tim gabungan dari Distrik Tigi Barat, kijang Kaki Telanjang, Dinas Kesehatan Deiyai sebelum turun ke empat kampung - Jubi/ Abeth You.
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Syofiardi

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Deiyai, Jubi - Tim gabungan dari Distrik Tigi Barat, Puskesmas, Satgas Kaki Telanjang (Kijang), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Deiyai telah turun ke empat kampung yang dikabarkan 40 balita meninggal dunia akibat diserang penyakit serampa.
 
Ketua tim Dinkes Deiyai dr. Selpius Ukago mengatakan, hari pertama, Kamis (13/7/2017), kegiatan tim medis untuk kasus meninggalnya puluhan bayi dan balita di Distrik Tigi Barat pada empat kampung Digikotu, Yinidoba, Piyajedimi, dan Epanai, dipusatkan di halaman balai kampung Yinidoba.
 
Hasil diagnosa tim dokter, Ukago menyebutkan, kematian puluhan balita di wilayah tersebut akibat beberapa jenis penyakit, tidak hanya penyakit campak sebagaimana data sebelumnya.
 
"Hasil penyelidikan dan evaluasi tim kegiatan hari pertama kami simpulkan sementara bahwa 31 orang balita meninggal pada Mei, Juni, dan Juli, memang ada juga balita meninggal sejak Januari hingga April 2017, tapi kami harus dalami dengan baik, " kata dr. Selvius Ukago didampingi dr. Indah Ernawati kepada Jubi usai turun lapangan di Tigi Barat, Kamis (13/7/2017).
 
Ditanya apa saja jenis penyakit, ia menjelaskan, puluhan balita itu meninggal dunia karena menderita tujuh jenis penyakit yang berbeda.
 
"Tujuh jenis penyakit itu di antaranya ISPA, diare, malaria, disentri, cacingan, peneumia, brongkiale, dan serampa atau campak" katanya.
 
Pelayanan hari pertama, lanjut dia, pihaknya dibagi dalam beberapa tim di antaranya, tim pelayanan medis kepada warga yang sedang sakit. Sedang tim yang kedua pelayanan terpusat di balai kampung Yinidoba.
 
"Sudah dijadwalkan besok Jumat (14/7/2017) tim akan kembali melakukan pelayanan di Kampung Piyakedimi dan Digikotu," ujarnya.
 
Kepala Distrik Tigi Barat Fransiskus Bobii mengapresiasi kinerja tim gabungan, terutama bantuan dari Dinkes Deiyai, sebab data kematian yang diperoleh sebelum justru dibuktikan dengan detail oleh tim tersebut.
 
"Tim kerja cepat, saya apresiasi untuk itu, memang jumlah kematian 40 orang balita itu laporan dari kepala kampung kepada kami, jadi kami anggap itu benar, karena kematian terjadi sejak Januari, saya kira kita harus kerja baik-baik," jelas Bobii.
 
Ia mengatakan, pihaknya tetap mendampingi tim tersebut hingga penyakit yang menyebabkan generasi bangsa gugur sia-sia ini dituntaskan.
 
"Sampai selesai kami tetap sama-sama tim, tetap kami kontrol dan monitoring terus," pungkasnya. (*)

Sebelumnya

UP2KP nilai KPS di Papua berjalan baik

Selanjutnya

Enam bulan tak digaji, 300 guru mogok

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe