Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Masyarakat Kimaam produksi batu bata
  • Jumat, 14 Juli 2017 — 09:38
  • 1603x views

Masyarakat Kimaam produksi batu bata

Seorang warga Kampung Mambum, Martinus Karima kepada Jubi Kamis (13/7/2017) menuturkan, mereka termotivasi, setelah sejumlah kontraktor yang membangun di Kimaam, kesulitan mendapatkan batu merah.  Untuk mendatangkan dari Kota Merauke, sangat sulit mengingat transportasi yang jauh.
Masyarakat dari salah satu kampung di Distrik Kimaam saat mengikuti kegiatan beberapa waktu lalu – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Masyarakat dari beberapa kampung di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, menggeluti pekerjaan baru dengan membuat atau memproduksi batu bata, meskipun masih secara manual.

Sejumlah kampung itu di antaranya, Mambum, Kiworo dan Kampung Kimaam. Profesi itu digeluti sejak dua tahun terakhir oleh masyarakat dalam bentuk kelompok.

Seorang warga Kampung Mambum, Martinus Karima kepada Jubi Kamis (13/7/2017) menuturkan, mereka termotivasi, setelah sejumlah kontraktor yang membangun di Kimaam, kesulitan mendapatkan batu merah.  Untuk mendatangkan dari Kota Merauke, sangat sulit mengingat transportasi yang jauh.

“Kami membaca peluang itu. Sehingga memproduksi batu bata sendiri, setelah belajar di beberapa orang Jawa di lokasi transmigrasi tentang  cara pembuatan,” ujar dia.

Meskipun memproduksi secara manual, namun masyarakat di beberapa kampung di Distrik Kimaam sangat bersemangat. Ribuan batu berhasil dijual ke kontraktor guna membangun kantor distrik maupun perumahan warga.

“Untuk tanah, kami tidak kesulitan mendapatkan, termasuk serbuk maupun dedak padi yang diambil di tempat penggilingan. Tinggal saja dicampur dan dibuatkan batu bata. Selanjutnya, setelah kering, dioven dan dibakar menjadi batu merah,” tuturnya.

Biasanya, lanjut dia, satu buah batu merah dijual dengan harga Rp2.000. “Ya, kalau kita cetak sampai 10.000 batu, bisa dihitung berapa uang yang sudah dalam tangan,” katanya.

Diakui,  dari pembuatan batu bata tersebut,  warga bisa memenuhi kebutuhan hidup setiap hari, termasuk membiayai sekolah anak.

Tokoh Pemuda Kimaam, Emanuel Buyuka membenarkan kalau masyarakat dari beberapa kampung, berlomba-lomba memproduksi batu bata.

“Dua tahun terakhir, pekerjaan dimaksud telah digeluti masyarakat dan mereka tidak bekerja per orangan, tetapi secara kelompok,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

542 Perempuan terserang kanker serviks di Merauke

Selanjutnya

Usir orang akibat produksi sopi, LMA kabupaten Merauke angkat bicara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat