Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Usir orang akibat produksi sopi, LMA kabupaten Merauke angkat bicara
  • Jumat, 14 Juli 2017 — 09:46
  • 1628x views

Usir orang akibat produksi sopi, LMA kabupaten Merauke angkat bicara

“Saya kira tidak serta merta mengusir orang keluar dari Kabupaten Merauke. Mestinya ada beberapa tahapan dilalui terlebih dahulu. Jika sudah berulang kali ditangkap polisi atau Satuan polisi Pamong Praja, karena memproduksi dan menjual sopi, itu baru diambil langkah tegas memulangkan pelaku ke kampungnya,” ujar Moywen kepada Jubi Kamis (13/7/2017).
Pemusnahan miras yang dilakukan Bupati Merauke, Frederikus Gebze bersama Muspida beberapa hari lalu – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke, Albert Moywen angkat bicara, setelah adanya pernyataan Bupati Merauke, Frederikus Gebze, terkait mengusir orang keluar dari bumi Anim Ha, jika kedapatan memproduksi dan menjual minuman keras (miras) jenis sopi.

“Saya kira tidak serta merta mengusir orang keluar dari Kabupaten Merauke. Mestinya ada beberapa tahapan dilalui terlebih dahulu. Jika sudah berulang kali ditangkap polisi atau Satuan polisi Pamong Praja, karena memproduksi dan menjual sopi, itu baru diambil langkah tegas memulangkan pelaku ke kampungnya,” ujar Moywen kepada Jubi Kamis (13/7/2017).

Dijelaskan, banyak kasus kriminal terjadi di Merauke, akibat orang mengkonsumsi miras dan lebih banyak ditemukan adalah sopi. Karena harganya murah dan siapa saja  bisa membeli.

“Saya kira beberapa tahapan perlu dilakukan sebelum memulangkan orang. Selain proses hukum sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2014, juga pembinaan harus rutin dilakukan,” pintanya.

Tentunya, jelas dia, orang akan sadar dan tak mungkin terus-terusan menjual dan memproduksi sopi.

Khusus minuman berlabel yang dijual, lanjut dia, agar dibatasi pasokannya. Jika ditemukan menjual dalam jumlah banyak ditindak tegas. Juga dibebankan membayar pajak lebih besar.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze mengatakan, pihaknya akan mengalokasikan anggaran dalam APBD-Perubahan 2017 untuk memulangkan orang jika kedapatan memproduksi serta menjual sopi.

“Terserah orang mau bilang apa. Tetapi ini saya lakukan demi menyelamatkan generasi bangsa. Saya minta Satpol PP terus melakukan operasi secara rutin di berbagai tempat. Jika ditemukan, segera lapor untuk dipulangkan ke kampung halamannya,” kata bupati. (*)

loading...

Sebelumnya

Masyarakat Kimaam produksi batu bata

Selanjutnya

Legalitas senat universitas dinilai tidak sah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6255x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5839x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4003x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe