Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Gakkumdu harus meminta maaf dan rehabilitasi nama baik LE
  • Jumat, 14 Juli 2017 — 10:13
  • 1246x views

Gakkumdu harus meminta maaf dan rehabilitasi nama baik LE

“Gakkumdu, terutama Polda Papua karena Kapolda merupakan Pembina Gakkumdu di Papua harus meminta maaf secara terbuka kepada Lukas Enembe melaui media dan merehabilitasi nama baik beliau,” kata Ruben ketika menghubungi Jubi, Kamis (13/7/2017).
Ketua DPD Demokrat Papua, Lukas Enembe – Dok Jubi 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Fraksi Demokrat DPR Papua, Ruben Magai meminta penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) meminta maaf secara terbuka kepada publik dan merehabilitasi nama baik Ketua DPD Demokrat Papua, Lukas Enembe yang beberapa hari lalu dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pidana pemilukada Tolikara lalu.

“Gakkumdu, terutama Polda Papua karena Kapolda merupakan Pembina Gakkumdu di Papua harus meminta maaf secara terbuka kepada Lukas Enembe melaui media dan merehabilitasi nama baik beliau,” kata Ruben ketika menghubungi Jubi, Kamis (13/7/2017).

Menurutnya, dalam Undang-Undang No 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, dijelaskan waktu penyidikannya tiga hari setelah kasus itu dilaporkan. 

“Tapi Gakkumdu terutama penyidik dari kepolisian bersikap seolah yang lain tidak tahu itu. Hal seperti ini akan menimbulkan keraguan masyarakt terhadap polisi dalam pengamanan pilakda 2018. Penegak hukum harus memahami undang-undang dan profesional agar dalam melaksanakan tugas, tidak saling menyalahkan,” ujarnya.

Katanya, dengan seakan memaksakan Lukas Enembe sebagai tersangka pelanggaran pidana pemilukada, memunculkan keraguan terhadap kinerja peegak hukum. 

“Jangan hilangkan kepercayaan masyarakat. Kesannya penetapan Lukas Enembe sebagai tersangka dipaksakan. Ke depan, kita harap penegak hukum, pimpinan parpol dan stake holder lebih bijak dalam bertidak. Bukan karena kepentingan politik. Inikan kelihatan kepentingan politik lebih besar daripada penegakan hukum,” katanya.

Sementara Ketua Tim Relawan LE for Papua, Albertho Wanimbo mengatakan, pihaknya meminta barang bukti berupa rekaman utuh, jangan hanya sepotong- sepotong, sehingga publik dan penegak hukum tahu alur ceritanya. Jika barang buktinya hanya sepotong-sepotong, tidak kuat dijadikan barang bukti,

"Tim relawan LE siap mengugat balik atau mempraperadilankan Gakkumdu. Kami menilai ada kepentingan besar di balik pilkada Tolikara, situasi politik menuju 01 papua kian memanas, sehingga kasus ini seakan-akan diboncengi pihak lain yang tidak ingin LE  kembali menjadi gubernur Papua jilid II," kata Albertho Wanimbo.

Menurutnya, secara kekeluargaan masalah itu sudah selesai. Perdamaian bermaterai sudah ditandatangani antara LE dan Amos Jikwa.

"Saya pikir surat pernyataan perdamaian bisa dijadikan rujukan menarik semua kasus, tapi ada pihak lain yang sengaja mencai-cari celah dan kesalahan Lukas Enembe. Jika ingin Papua aman dan damai, kami minta kasus ini segera diselesaikan dan mengembalikan nama baik LE segera dilakukan oleh Gakumdu," ujarnya. 

Sebelumnya, Kajati Papua, Fachrudin Siregar menyatakan, kasus dugaan pelanggaran pilkada terhadap Lukas Enembe sudah daluwarsa dan tidak bisa dilanjutkan karena telah lewat batas waktu yang ditentukan undang-undang. 

"Yang jelas sampai hari ini dan kemarin itu sudah daluwarsa. Bahkan berkas penyidikan tidak ada di meja tim penyidik kejaksaan. Intinya sudah daluwarsa, itu saja," kata Fachrudin kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (12/7/2017).

Katanya, kasus itu tidak bisa dilanjutkan secara formil karena ada batas waktu. Kalaupun diajukan penegak hukum melakukan kesalahan. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Situasi HAM Papua di level internasional sulit dibendung

Selanjutnya

Yan Mandenas: Polemik LE sebaiknya diakhiri

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe