Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lingkungan
  3. LIPI kembangkan bunga sakura di Kebun Raya Biologi Wamena
  • Senin, 17 Juli 2017 — 17:52
  • 2322x views

LIPI kembangkan bunga sakura di Kebun Raya Biologi Wamena

Menurutnya, pada saat tertentu seluruh daun tumbuhan bunga sakura akan gugur dan hanya tersisa bunga yang sangat indah. Selain bunga sakura, LIPI juga coba mengembangkan beberapa tanaman luar misalnya Anggur Brazil dan Kayu Hitam.
Ar Soekarno saat menunjukkan tanaman sakura yang coba dikembangkan di kebun raya biologi Wamena-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Wamena, Jubi - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang mengembangkan tanaman khas Jepang yakni bunga Sakura di Kebun Raya Biologi Wamena.

Peneliti LIPI sekaligus pendamping Kebun Raya Biologi Wamena, Ar Soekarno menjelaskan, budi daya bunga Sakura di kebun raya biologi Wamena bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat Papua tentang tumbuhan itu sendiri.

"Proses budi daya di pembibitan telah dilakukan dan sudah 50 persen tumbuh. Untuk mencoba menanamnya belum kami coba, dimana pembibitannya sendiri dari luar Papua dan kita datangkan ke pembibitan masih di dalam 'polybag', dari Cibodas, Bogor," kata Soekarno kepada wartawan saat mengunjungi kebun raya biologi Wamena, Minggu (16/7/2017).

Menurutnya, pada saat tertentu seluruh daun tumbuhan bunga sakura akan gugur dan hanya tersisa bunga yang sangat indah. Selain bunga sakura, LIPI juga coba mengembangkan beberapa tanaman luar misalnya Anggur Brazil dan Kayu Hitam.

"Beberapa jenis-jenis tumbuhan yang kami bawa ke Wamena itu lebih ke spesifik tanaman hias yang tidak ke invasif, misalnya Sakura. Tetapi, yang kami bawa itu hasil budi daya dari kebun raya Cibodas, Bogor. Tanaman dari Indonesia yang kami kembangkan di sini juga ada, misalnya Kayu Hitam asal Sulawesi," katanya.

Soekarno menambahkan, tanaman luar Papua yang dibawa dan dicoba dikembangkan harus hati-hati menanamnya, karena LIPI tidak ingin tanaman yang dibawa dari luar Papua bukanlah tanaman yang berdampak terhadap tumbuhan-tumbuhan khas setempat.

"Ada beberapa contoh jenis tanaman dari luar yang coba kami budi daya di sini, tetapi tidak dalam tujuan khusus karena takutnya menjadi tumbuhan invasif. Maksudnya, tumbuhan luar yang merasuki tumbuhan asli di sini untuk mematikan tumbuhan yang ada," katanya.

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo menyatakan pemerintah daerah dan masyarakat Jayawijaya khususnya sangat merasakan adanya sentuhan LIPI untuk pengembangan dan pelestarian tumbuhan yang ada di Papua maupun luar Papua sendiri.

"Wamena telah mengenal dan merasakan manfaat dari berbagai edukasi dan pelatihan yang pernah dilakukan oleh LIPI selama ini di Jayawijaya khususnya," jelasnya. (*) 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Tanah adat masyarakat Moi bukan untuk perkebunan sawit

Selanjutnya

Banjir dan longsor di Tembagapura, karyawan Freeport diungsikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe