Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. LIPI ingatkan bahaya pupuk kimia
  • Senin, 17 Juli 2017 — 19:16
  • 746x views

LIPI ingatkan bahaya pupuk kimia

Jika penggunaan pupuk kimia dibiarkan, dalam kurun waktu 25 tahun yang akan datang dapat dibayangkan akan terjadi kerusakan pada tanah dan lahan pertanian. Penggunaan pupuk kimia anorganik sintetik di kalangan petani Indonesia menjadi salah satu studi kasus yang dibahas dalam konferensi internasional Asian PGPR.
Ilustrasi, Jubi/Jitunews
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Bogor, Jubi - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan bahaya penggunaan pupuk kimia anorganik sintetik secara terus dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan pada tanah.

"Yang mengkhawatirkan saat ini petani Indonesia hanya berkiblat pada pupuk kimia anorganik sintetik. Ini sesuatu yang sangat membahayakan dalam jangka panjang," kata Peneliti Pusat Biologi LIPI, Sarjiya Antonius, di sela-sela konferensi internasional ASIAN "Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin ( 17/7/2017).

Jika penggunaan pupuk kimia dibiarkan, dalam kurun waktu 25 tahun yang akan datang dapat dibayangkan akan terjadi kerusakan pada tanah dan lahan pertanian.

Penggunaan pupuk kimia anorganik sintetik di kalangan petani Indonesia menjadi salah satu studi kasus yang dibahas dalam konferensi internasional Asian PGPR.

Anton menyebutkan LIPI memiliki program salah satunya dari Laboratorium Biologi yakni mencoba mengedukasi masyarakat (petani) untuk dapat menerapkan teknologi PGPR dari laboratorium ke pertani di lapangan dan dari industri ke pemerintah daerah.

"Sebagai contoh LIPI mengembangkan pupuk organik hayati (POH) tanpa lisensi ekslusif sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri sebagai pengguna dan tidak dimonopoli sehingga bisa terus dikembangkan," katanya.

Salah satu perusahaan telah merasakan manfaat dari PGPR yakni perusahan perkebunan nanas Great Giant Pineapple. Sebelum menerapkan PGPR, produksi nanas di perusahaan tersebut terus turun dari tahun ke tahun. Produksi yang tadinya 100 ton menyusut sampai titik terendah.

PGPR dikenal sebagai Rizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman. Merupakan bakteri yang berkoloni dengan perakaran dan mendukung kekebalan, pertumbuhan dan perkembangan tanaman berkat kemampuannya dalam menghasilkan zat pengatur tumbuh (ZPT). (*)
 


 


 


 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pemda Intan Jaya diminta perhatikan tiga kontrakan mahasiswa

Selanjutnya

Polda Papua upayakan perdamaian "patah panah" di Puja

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe