close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Satelit LAPAN mampu identifikasi ladang ganja
  • Senin, 17 Juli 2017 — 19:56
  • 1546x views

Satelit LAPAN mampu identifikasi ladang ganja

"Kami bisa memonitor di mana saja ladang ganja yang ada, dan saat ini kami juga sudah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN)," kata Rokhis saat memberikan sosialisasi pemanfaatan citra satelit di lingkup pemerintah provinsi Papua, di Jayapura, Senin (17/5/2017).
Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) LAPAN, Rokhis Komarudin menyerahkan hasil foto citra satelit sebagian Kota Jayapura kepada Kepala Bappeda Papua, Muhammad Musaad - Jubi/Alex 
Alexander Loen
Editor : Yuliana Lantipo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rokhis Komarudin mengatakan satelit yang dmiliki pihaknya mampu mengidentifikasi ladang ganja.

"Kami bisa memonitor di mana saja ladang ganja yang ada, dan saat ini kami juga sudah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN)," kata Rokhis saat memberikan sosialisasi pemanfaatan citra satelit di lingkup pemerintah provinsi Papua, di Jayapura, Senin (17/5/2017).

Ia mencontohkan, penggunaan satelit sudah dipakai BNN untuk melihat potensi adanya ladang ganja di Aceh, dan hasilnya sangat efektif. "Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menggunakan satelit yang kami miliki ini," tambahnya.

Meskipun demikian, data-data yang sudah bisa diakses sendiri adalah yang resolusinya rendah dan menengah. Dimana untuk mendapatkannya bisa dengan cara diunduh (download).

Sementara untuk data-data yang resolusinya tinggi, katanya, harus melalui permintaan dari pemerintah daerah dan minimal dilakukan oleh eselon II, yang ditujukan kepala Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh.

"Nanti kami juga akan sampaikan bagaimana tata caranya agar bisa dipahami oleh teman-teman di daerah," ucapnya lagi.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya menggunakan single government listen untuk data resolusi tinggi. Artinya lisensinya adalah milik pemerintah Indonesia. Jadi bisa dimanfaatkan oleh seluruh institusi pemerintah baik pusat maupun daerah, tidak menggunakan lisensinya sendiri.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Papua, Muhammad Musa'ad mengatakan ini merupakan suatu langkah maju yang sedang ditempuh pemerintah provinsi Papua dengan LAPAN.

"Kami sedang menyiapkan kerjasama untuk melengkapi kebutuhan data geospasial bagi Papua, karena ini tuntutan pemerintah maka kami harus persiapkan diri untuk itu," kata Musa'ad.

Untuk itu, katanya, sesuai dengan arahan Gubernur Papua, Lukas Enembe harus segera ditindaklanjuti dengan melakukan MoU, "Kemudian membuat sejumlah perjanjian kerjasama di berbagai aspek," tutupnya. (*)

loading...

Sebelumnya

SKPD diimbau beri kesempatan kepada OAP

Selanjutnya

LAPAN sosialisasi pemanfaatan citra satelit

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4944x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4318x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 3997x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2522x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2469x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe