Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Dinkes: Penyakit Tidak Menular patut diwaspadai
  • Senin, 17 Juli 2017 — 20:09
  • 984x views

Dinkes: Penyakit Tidak Menular patut diwaspadai

Saat ini, PTM memang tidak menjadi perhatian, namun penyakit tersebut ada di depan mata. Kebanyakan pejantan di Papua mengalami penyakit obesitas (perut puncit) dengan lingkar perut lebih dari 90 centimeter. Orang yang terkena penyakit obesitas akan lebih mudah terserang penyakit diabetes dan kanker perut, serta penyakit jantung.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Papua, dr. Aaron Rumainum (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Jayapura, Jubi – Penyakit Tidak Menular (PTM) menurut Dinas Kesehatan Provinsi Papua patut diwaspadai, karena tidak memberikan sinyal kepada penderitanya untuk segera melakukan pengobatan. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, Dinkes Papua, dr. Aaron Rumainum kepada wartawan di Jayapura, Senin (17/7/2017).

“Fenomena penyakit kita sudah berubah dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular, karena saat ini sudah banyak masyarakat yang meninggal akibat PTM seperti darah tinggi, stroke, dan sebagainya, hal ini disebabkan pola makan yang tidak sehat,” ujarnya.

Saat ini, PTM memang tidak menjadi perhatian, namun penyakit tersebut ada di depan mata. Kebanyakan pejantan di Papua mengalami penyakit obesitas (perut puncit) dengan lingkar perut lebih dari 90 centimeter. Orang yang terkena penyakit obesitas akan lebih mudah terserang penyakit diabetes dan kanker perut, serta penyakit jantung.

“Penyakit tidak menular banyak mengeluarkan biaya, seperti operasi jantung, cuci darah, diabetes, hipertensi, dan kolesterol, umumnya penyakit-penyakit ini menyerang masyarakat usia di atas 40 tahun untuk pria dan wanita 30-49 tahun sudah harus melakukan pemeriksaan kangker payudara dan kangker mulut rahim (serviks),” ujarnya.

Dikatakan, dari pemeriksaan awal terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Papua, dari 700 pegawai yang dilakukan tes diabetes terdapat 70 orang  atau 10 persen.

“Untuk penyakit diabetes hanya 10 persen didapat dari faktor keturunan, namun selebihnya dari pola makan,” katanya.

Kepala Seksi PTM Dinkes Papua Ahmad Yuri mengatakan, faktor dan risiko PTM adalah suatu kondisi yang secara potensial berbahaya dan dapat memicu terjadinya penyakit tidak menular pada seseorang atau kelompok tertentu.

“Faktor risiko perilaku itu antara lain, merokok, diet rendah serat, konsumsi garam berlebihan, konsumsi alkohol, kurang aktivitas fisik, dan stress,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Hari ini tim Kemenkes akan turun ke Deyai

Selanjutnya

Mahasiswa Lanny Jaya ngamen kumpulkan dana acara se-Jawa dan Bali

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe