Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Tantangan buat Papua, jangan sampai PON 2020 pindah tempat
  • Selasa, 18 Juli 2017 — 05:14
  • 1593x views

Tantangan buat Papua, jangan sampai PON 2020 pindah tempat

"Ini motivasi kepada kami dan Papua harus membuktikan. Setelah 50 tahun, kini Papua diberi kesempatan menjadi tuan rumah, kalau tidak sekarang berarti kita tunggu 100 tahun lagi untuk menjadi tuan rumah," ujarnya.
Stadion Utama Papua Bangkit di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura yang pembangunannya sedang dikerjakan saat ini akan menjadi venue utama PON 2020 - Jubi/Ist
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Ketua harian panitia besar (PB) PON Papua, Yunus Wonda menyatakan, pernyataan Wakil Ketua (waket) Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Mayjen TNI (Purn) Suwarno merupakan tantangan untuk Papua membuktikan kesiapannya dalam pelaksanaan PON XX, tahun 2020 mendatang.

Ia mengatakan, pernyataan waket KONI yang menyebut lokasi pelaksanaan PON 2020 memungkinkan dipindahkan jika Papua tidak mampu menyiapkan stadion layak dan fasilitas pendukung lainnya merupaka motivasi kepada para pihak terkait di provinsi paling timur Indonesia itu.

"Saya menilai, pernyatan beliau itu sebagai bentuk perhatian dan motivasi kepada kami di Papua untuk bekerja membuktikan itu. Beliau bukan seakan-akan tidak boleh di Papua atau tidak mendukung Papua, tapi kami lihat itu motivasi," kata Wonda, Senin (17/7/2017).

Menurut Ketua DPR Papua itu, persiapan PON XX Papua yang kini sedang berjalan, harus digenjot dan diseriusi. Papua harus membuktikan, mampu melaksanakan even nasional sekelas PON.

"Ini motivasi kepada kami dan Papua harus membuktikan. Setelah 50 tahun, kini Papua diberi kesempatan menjadi tuan rumah, kalau tidak sekarang berarti kita tunggu 100 tahun lagi untuk menjadi tuan rumah," ujarnya.

Pihaknya tetap optimis PON XX akan dilaksanakan di Papua. Apalagi tidak semua fasilitas akan dibangun baru, namun beberapa lainnya sudah ada tinggal direnovasi. Kemungkinan fasilitas yang dibangun hanya stadion utama PON dan beberapa venue cabor misalnya renang.

"Kami sudah sepakat dan komitmen dengan pemprov memanfaatkan fasilitas yang ada. Misalnya sekolah yang ada fasilitasnya dibenahi di instansi, milik swasta, milik gereja dan lainnya. Itu dibenahi dan setelah PON dihibahkan. Jadi tidak harus membangun baru. Sebagaian besar sudah ada, tinggal anggaran ditambah pada pada 2018 dan 2019 untuk merehab itu," katanya.

Sebelumnya, waket KONI, Mayjen TNI (Purn) Suwarno menyatakan lokasi PON dapat dipindah jika Papua tidak mampu menyiapkan stadion yang layak dan fasilitas pendukung lainnya.

"Kalau seandainya Papua pada 2018 tidak ada perubahan, ada kemungkinan dipindahkan. Masih banyak tempat yang bisa," kata Suwarno usai acara pembukaan Musyawarah Provinsi KONI Nusa Tenggara Barat (NTB) 2017, di Mataram, Jumat (15/7/2017) malam.

Menurutnya, penyiapan stadion masih lamban. Padahal, peletakan batu pertama pembangunan stadion untuk acara pembukaan PON 2020 di Papua, sudah dilakukan pada 2015.

"Kami terus evaluasi sampai akhir tahun ini. Kami lihat peluang pembangunannya seperti apa pada 2018 nanti," ujarnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Perseru gagal amankan tiga poin setelah ditahan Semen Padang tanpa gol

Selanjutnya

Persigubin hentikan dominasi Perseka Kaimana

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe