Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Kemilau Mutiara Hitam menyinari Indonesia
  • Selasa, 18 Juli 2017 — 08:48
  • 1031x views

Kemilau Mutiara Hitam menyinari Indonesia

Sejak era Galatama dan Perserikatan digabung menjadi satu dan menjadi Liga Indonesia, Persipura telah menorehkan empat kali juara alias 4 bintang. Persipura juga tercatat tim yang paling eksis dalam 15 tahun terakhir di blantika sepak bola Indonesia.
Para pemain Persipura enjoy menikmati latihan di Stadion Mandala Jayapura - Jubi/Jean Bisay
Editor : Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Sejak era Galatama dan Perserikatan digabung menjadi satu dan menjadi Liga Indonesia, Persipura telah menorehkan empat kali juara alias 4 bintang. Persipura juga tercatat tim yang paling eksis dalam 15 tahun terakhir di blantika sepak bola Indonesia.

Julukan Mutiara Hitam yang disematkan kepada Persipura Jayapura bukan tanpa makna. Klub asal Papua tersebut terus bersinar meski sempat dilanda segudang problem di awal musim Liga 1 2017.

PT Freeport Indonesia yang selama ini menjadi sponsor utama secara mengejutkan menghentikan aliran dana ke Persipura. Kondisi ini sempat membuat manajemen mundur dari kompetisi sebelum akhirnya mendapat suntikan dana segar dari Bank Papua sebesar Rp7,5 miliar.

Klub kebanggaan masyarakat Papua itu memutuskan untuk ikut Liga 1 dengan mengandalkan mayoritas talenta asli lokal Papua. Hanya Addison Alves (36) dan Ricardo Silva de Almeida (Brazil) serta Yoo Jae Hon (Korea Selatan)  yang berstatus pemain asing di klub berjuluk Mutiara Hitam.

Dikutip dari CNN Indonesia, masalah Persipura belum berhenti sampai di situ. Manajemen klub terpaksa memecat pelatih Angel Alfredo Vera dua hari jelang kompetisi digulirkan karena terbentur regulasi lisensi kepelatihan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 mewajibkan pelatih klub kasta tertinggi harus mengantongi lisensi A AFC. Syarat mutlak yang tak bisa dipenuhi pelatih asal Argentina tersebut.

Persipura yang menunjuk Liestiadi sebagai pelatih kepala harus terseok-seok di awal musim. Karier mantan juru taktik Persegres Gresik United ini ternyata hanya bertahan di pekan ke-10.

Liestiadi pun disepak karena sudah tidak sejalan dengan karakter serta budaya Papua. Ia memutuskan mundur dari jabatannya setelah Persipura takluk 0-2 di markas Madura United. Sebelumnya, Boaz Solossa dkk juga menelan kekalahan telak 1-5 dari PSM Makassar. Dua kekalahan beruntun menjadi alasan kuat bagi Liestiadi untuk angkat koper dari hotel Yasmis Jayapura, home base tim.

Entah kebetulan atau tidak, kepergian Liestiadi justru menjadi kebangkitan bagi Persipura. Tim kebanggaan Persipura Mania bahkan sukses melejit ke posisi kedua klasemen sementara dengan catatan tak terkalahkan di lima pertandingan terakhir.

Teranyar, Persipura yang ditangani pelatih baru, Wanderley Junior, berhasil mencuri kemenangan di markas Arema FC. Gol yang diciptakan Ruben Sanadi dan Yan Pieter Nasadit memastikan kemenangan 2-0 di Malang.

Sejumlah talenta lokal macam Marinus Maryanto Manewar dan Prisca Womsiwor pun tampil cemerlang. Marinus mencetak tiga gol dari delapan pertandingan, sementara Womsiwor sukses mengemas lima gol.

Womsiwor mulai menjadi sorotan setelah Marinus harus absen di sejumlah laga Persipura lantaran tergabung di Timnas Indonesia yang diproyeksikan ke SEA Games 2017.

Boaz Solossa yang kini berusia 31 tahun pun masih menjadi panutan para pemain muda. Striker Indonesia di Piala AFF 2016 itu pun sudah menyarangkan lima gol dari 11 pertandingan.

Persipura yang sempat terseok-seok di awal musim mulai menunjukkan taji sebagai tim favorit juara. Pengoleksi juara empat kali di kompetisi sepak bola kasta tertinggi itu kembali ke jalur perburuan gelar di Liga 1 musim 2017.

Mental juara yang dimiliki Boaz dkk masih tersimpan rapi. Sinar Mutiara Hitam yang sempat pudar kembali berbinar dan mengancam posisi puncak klasemen yang beberapa pekan terakhir dikuasai PSM Makassar dan sementara berpindah ke Madura United.

Pada TSC musim lalu situasi yang dialami Persipura nyaris menyerupai kondisi saat ini. Kemilau Mutiara Hitam siap kembali menyinari Indonesia. Perlu diingat bahwa Persipura Jayapura adalah adalah rajanya sepak bola Indonesia, tidak ada yang bisa membantah itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Persigubin hentikan dominasi Perseka Kaimana

Selanjutnya

Tim catur junior Papua raih poin di Kejurnas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe