Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. PPDB online diranking berdasarkan nilai rapor dan UN
  • Selasa, 18 Juli 2017 — 08:46
  • 661x views

PPDB online diranking berdasarkan nilai rapor dan UN

“Bisa jadi ia mendaftar dengan nomor urut 367 ketika mendaftar di satu sekolah, karena nilai dan UN-nya tinggi, ia bisa mengalahkan yang mendaftar di urutan 001,” jelasnya.
Sejumlah calon siswa baru SMP melakukan pendaftaran ulang – Jubi/ Ist.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Jayapura, Jubi – Banyak orang tua wali murid yang belum paham tentang cara pendaftaran dan penerimaan siswa baru di sekolah. Baik untuk SMP maupun SMA yang mulai menerapkan penerimaan secara online di Kota Jayapura.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa kepada Jubi, Senin (17/7/2017) mengatakan, sejak pendaftaran dibuka serentak untuk SMP, SMA, dan SMK, serta beberapa sekolah swasta, peserta yang mendaftarkan diri masuk dalam daftar di sekolah yang didaftar hingga penutupan 13 Juli 2017.

“Namun setelah itu masih dilakukan seleksi sesuai dengan nilai rapor dan nilai hasil Ujian Nasional (UN), jadi belum tentu siswa tersebut diterima di sekolah A misalnya, bisa jadi setelah tahapan seleksi siswa tersebut mendapatkan sekolah di sekolah B atau C,” kata I Wayan menjawab keluhan beberapa orang tua wali murid yang anaknya tidak diterima di sekolah yang ditujunya.

I Wayan menambahkan, sistem penerimaan secara online, cara kerjanya tidak tetap dan ranking penerimaan siswa juga turun naik dan tidak tetap. Ia mencontohkan, pendaftar dengan nomor urut 001 bukan menjadi jaminan akan lolos di sekolah yang didaftarnya tersebut. Semuanya ditentukan berdasarkan nilai rapor dan nilai UN.

“Bisa jadi ia mendaftar dengan nomor urut 367 ketika mendaftar di satu sekolah, karena nilai dan UN-nya tinggi, ia bisa mengalahkan yang mendaftar di urutan 001,” jelasnya.

Namun khusus untuk peserta didik asli Papua lebih diutamakan untuk masuk di sekolah-sekolah yang ada di Kota Jayapura dan presentasinya 60 persen siswa asli Papua dan 40 persen adalah non Papua.

“Ini juga harus dijelaskan jika sudah mencukupi 60 persen untuk siswa asli Papua di satu sekolah maka untuk siswa asli Papua tersebut akan bersaing berdasarkan nilai rapor dan nilai UN dengan para siswa non Papua, jadi kalau ada ada siswa asli Papua yang tidak lolos di sekolah pertama maka jangan disalahkan sekolahnya, karena kuota 60 persen sudah terpenuhi,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan, aplikasi software Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sangat dinamis dan bergerak naik turun sesuai peringkat nilai rapor dan UN calon peserta didik. (*)

Sebelumnya

Mahasiswa Lanny Jaya ngamen kumpulkan dana acara se-Jawa dan Bali

Selanjutnya

11 perempuan terdeteksi leri pra kanker serviks di Kota Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe