Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Konflik pemilihan rektor Unmus jangan korbankan mahasiswa
  • Selasa, 18 Juli 2017 — 08:59
  • 938x views

Konflik pemilihan rektor Unmus jangan korbankan mahasiswa

“Saya minta agar konflik yang terjadi, dapat diselesaikan dengan baik dan bijaksana. Sehingga tak mengorbankan mahasiswa yang sedang mengikuti proses perkuliahan,” pinta Ketua Komisi A DPRD Merauke, Moses Kaibu saat ditemui Jubi Senin (17/7/2017).
Para dosen dan staf Unmus saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke yang membidangi masalah pendidikan dan pembangunan, angkat bicara setelah sejumlah dosen dan staf di lingkungan Universitas Negeri Musamus (Unmus) mempersoalkan pemilihan rektor pada 11 Juli 2017 lalu yang dimenangkan Philipus Betaubun.

“Saya minta agar konflik yang terjadi, dapat diselesaikan dengan baik dan bijaksana. Sehingga tak mengorbankan mahasiswa yang sedang mengikuti proses perkuliahan,” pinta Ketua Komisi A DPRD Merauke, Moses Kaibu saat ditemui Jubi Senin (17/7/2017).

Dikatakan, sesuai tradisi di semua perguruan tinggi, proses pemilihan rektor, harus melibatkan senat universitas dan keabsahannya diakui oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Saya minta menteri tak tinggal diam dan harus menyikapi serius apa yang dibeberkan sejumlah dosen bersama staf Unmus, terkait pemilihan Rektor Unmus yang dinilai cacat hukum itu,” pintanya.

Seorang dosen senior Unmus Merauke, Dr. Basilius Redan Werang menegaskan yang ‘digugat’ sejumlah dosen dan staf adalah proses pemilihan yang terkesan tertutup serta mendadak.

Legalitas senat universitas itu kata Basilius, setahun silam telah dibatalkan Menristekdikti. Namun, nama wajah senat itu yang masih digunakan untuk proses pemilihan Rektor Unmus pada 11 Juli lalu.

“Kami akan terima dengan lapang dada proses suksesi Rektor Unmus jika wajah senat universitas telah diganti,” katanya.

Sementara Rektor Unmus terpilih, Philipus Betaubun menegaskan, proses pemilihan rektor yang diikuti tiga calon, tidak ditutup-tutupi.

Ditambahkan, proses pemilihan diarahkan langsung oleh Mendikbud RI. “Ada surat menteri untuk pemilihan rektor dan tak di-setting Unmus. Memang pemilihan mendadak, tetapi itu dari kementerian. Kita di sini tidak tahu menahu,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

DPRD Merauke sepakat kembalikan 24 mobil

Selanjutnya

Petani di Kampung Hidup Baru kesulitan pupuk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe