Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Petani di Kampung Hidup Baru kesulitan pupuk
  • Selasa, 18 Juli 2017 — 09:03
  • 955x views

Petani di Kampung Hidup Baru kesulitan pupuk

“Salah satu permasalahan yang sering dihadapi petani di sini adalah sulit mendapatkan pupuk. Akibatnya, luasan lahan yang dibuka untuk menanam padi, harus dibatasi,” katanya.
Saluran irigasi di salah satu kampung di lokasi eks transmigrasi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Para petani di SP-7, Kampung Hidup Baru, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke mengaku kesulitan mendapatkan pupuk subsidi pemerintah.

Hal itu disampaikan salah seorang petani di Kampung Hidup Baru, Ino Teluma kepada Jubi Senin (17/7/2017). “Salah satu permasalahan yang sering dihadapi petani di sini adalah sulit mendapatkan pupuk. Akibatnya, luasan lahan yang dibuka untuk menanam padi, harus dibatasi,” katanya.

Sebenarnya, lanjut dia, petani membuka lahan dalam skala luas. Akan tetapi, pupuk subsidi yang diberikan, sangat terbatas. Hal itu terjadi setiap tahun. “Kami sangat berharap sekiranya Pemkab Merauke menyiapkan pupuk dalam jumlah banyak, untuk disalurkan ke titik-titik yang memproduksi padi dalam skala besar,” pintanya.

Saat ini, lanjut Teluma, pihaknya membuka lahan 1,5 hektare saja. Selain mempertimbangkan ketersediaan pupuk, juga cadangan air di saluran yang makin berkurang.

“Cadangan air berkurang, akibat cuaca. Sehingga kami terpaksa menggunakan alkon menyedot air dari saluran masuk ke areal persawahan yang ada,” ujarnya.

Seorang Tokoh Pemuda Kampung Hidup Baru, Nasli Tukan mengatakan pupuk sering menjadi keluhan petani.

“Kita berharap jatah pupuk bagi petani terutama di Kampung Hidup Baru, ditambah kuotanya. Sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi,” pintanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Konflik pemilihan rektor Unmus jangan korbankan mahasiswa

Selanjutnya

IKL Merauke sepakat susun AD/ART

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2997x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1174x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1152x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe