Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. 11 perempuan terdeteksi leri pra kanker serviks di Kota Jayapura
  • Selasa, 18 Juli 2017 — 18:21
  • 2273x views

11 perempuan terdeteksi leri pra kanker serviks di Kota Jayapura

“Leri adalah perubahan warna pada daerah cervils setelah dioles asam asenat atau campuran asam cuka, leri merupakan pra kanker serviks,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Selasa (18/7/2017).
Sosialisasi dan pemeriksaan kanker serviks yang dilakukan di halaman Kantor BKKBN Papua beberapa waktu lalu – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Jayapura, Jubi – Staf Bidang Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Papua dr. Yulien mengatakan, pada 2016 sudah terdeteksi 11 pasien leri pra kanker serviks atau kanker mulut rahim di Jayapura.

“Leri adalah perubahan warna pada daerah cervils setelah dioles asam asenat atau campuran asam cuka, leri merupakan pra kanker serviks,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Selasa (18/7/2017).

Ia menjelaskan, pra kanker serviks baru gejala atau menjurus ke arah kanker serviks. Pada tahapan ini bisa diobati segera.

“Namun itu kembali kepada pasiennya, apakah rutin melakukan pengobatan dan perawatan atau tidak,” kata dr. Yulien.

Ia menambahkan, untuk pemeriksaan sendiri pasien bisa dilakukan di semua puskesmas di Kota Jayapura. Namun yang sering melaporkan perkembangan  kasus tersebut hanya puskesmas Abepura dan Waena. Belakangan juga puskesmas Kotaraja.

Sedangkan tahun ini, menurut dr. Yulien, dari Januari hingga Maret belum ada laporan dari puskesmas. Karena itu ia mengimbau agar masyarakat, khususnya wanita yang telah berumah-tangga agar dapat melakukan pemeriksaan atau deteksi dini.

“Kanker serviks salah satu penyakit peringkat teratas di dunia yang dapat menyebabkan kematian pada wanita, ini tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim yang biasanya menjangkiti wanita usia 35-55 tahun,” ujarnya.

Sebelumnya, dr. Nirwan, spesialis Patologi Anatomi (spesialisasi kedokteran yang mendiagnosis kanker) mengatakan, untuk pemeriksaan kanker serviks menggunakan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pap Smear.

“Tes IVA selain mudah dan murah, juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi lesi pra-kanker, IVA juga tidak harus dilakukan oleh dokter, tetapi bisa dilakukan oleh tenaga terlatih seperti bidan di Puskesmas,” katanya.

Selain dengan metode IVA, kanker serviks juga dapat dideteksi melalui pemeriksaan Pap Smear. (*) 

loading...

Sebelumnya

PPDB online diranking berdasarkan nilai rapor dan UN

Selanjutnya

Siswa baru SMA Koinonia ikuti Pengenalan Lingkungan Kampus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9321x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6364x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6003x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4491x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe