Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Tiga kepala distrik diminta data OAP untuk BPJS Kesehatan
  • Rabu, 19 Juli 2017 — 08:56
  • 816x views

Tiga kepala distrik diminta data OAP untuk BPJS Kesehatan

Pemkab Nabire dengan BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor bekerja sama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional bagi penduduk asli Papua yang tidak mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis.
Peserta kepala kampung dari tiga distrik dalam pemutahiran data BPJS kesehatan - Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Nabire, Jubi – Bupati Nabire, Isaias Douw meminta tiga kepala distrik, yakni Distrik Nabire, Distrik Nabire Barat, dan Distrik Teluk Kimi melakukan pendataan peserta BPJS Kesehatan bagi orang Papua Asli (OAP) yang masuk kategori keluarga miskin pada kampung atau kelurahan di distrik masing-masing.

“Data itu akan digunakan oleh BPJS Kesehatan untuk dapat mendistribusikan kartu BPJS Kesehatan yang sesuai dengan nama yang sudah terdata,” kata Plt. Sekda M. Thaib Syafiuddin mewakili Bupati Nabire saat membuka rekonsiliasi data triwulan kedua kerja sama antara Pemkab Nabire dan BPJS Cabang Biak di Nabire, Selasa (18/7/2017).

Pemkab Nabire dengan BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor bekerja sama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional bagi penduduk asli Papua yang tidak mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis.

Menurutnya M. Thaib, perjanjian dengan No:440/043/set dan No.15/KTR/XII.03/0117, dalam pasal 6 mengatakan para pihak sepakat melakukan rekonsiliasi data peserta minimal tiga bulan sekali.

“Rekonsiliasi data triwulan II ini didahului dengan tiga distrik, yakni Distrik Nabire, Distrik Nabire Barat, dan Distrik Teluk Kimi. Distrik lain akan dilakukan hal yang sama,” kata Sekda.

Sementara itu, Kepala BPJS Rayon Nabire, Diyah Susanti menambahkan tujuan pendataan, untuk mendapatkan data yang valid sesuai dengan MoU dari Pemkab Nabire dan BPJS kesehatan.

“Karena ini sudah memasuki triwulan kedua, harus ada pembaruan data,” katanya.

Diyah menjelaskan itu merupakan program Pemkab Nabire untuk memberikan pelayanan kesehatan yang pembiayaannya ditanggung oleh Pemkab Nabire.

“Sebab bisa saja data berkurang ataupun bertambah yang disebabkan ada yang meninggal, ada yang telah berdomisili di luar Nabire, dan bahkan ada yang mungkin menjadi ASN, TNI ataupun POLRI,” jelasnya.

Untuk itu diperlukan peremajaan data terus menerus setiap triwulan. “Sehingga program akan tepat sasaran, yaitu untuk masyarakat miskin dan tidak mampu,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

40 ASN Pemkab Nabire ikut Diklat SAP Berbasis Akrual di Makassar 

Selanjutnya

Wabup Nabire : Indonesia negara beragama

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe