Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Kaimana kirim empat ton ikan sebulan
  • Rabu, 19 Juli 2017 — 13:18
  • 972x views

Kaimana kirim empat ton ikan sebulan

Anggota Komisi B DPRD Kaimana, Rusli Ufnia meminta pengiriman ikan ke luar daerah ini tak dilakukan PT Avona Mina Lestari. Ia menilai perusahaan ini belum mengantongi izin resmi.  
Ikan-ikan yang dijual di Pasar Kroy, Kaimana – Jubi/Jacob Owen
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Kaimana, Jubi – Pengiriman ikan mentah dari Kaimana, Papua Barat ke wilayah bagian tengah dan barat Indonesia berkisar antara 900 kilo hingga empat ton setiap bulan.

Pengiriman ikan sebanyak itu dilakukan secara pribadi dan perusahaan penampungan ikan melalui jasa transportasi kapal PT Sipil.

Koordinator Kantor Karantina Perikanan Wilayah Kaimana, Ronald Weny kepada Jubi di Kaimana, Selasa (18/7/2017) mengatakan, pihaknya masih tahap sosialisasi sebab baru beroperasi di daerah ini.
 
“Kalau sebelum dari data kami itu berkisar 900 kilo sampai empat ton itu untuk perusahaan penampung ikan yang ada di Renoma, Kampung Trikora. Sistem pembayaran administrasi yang kami tarik juga ada yang secara online dan manual,” katanya.
 
Ikan-ikan yang dikirim sesuai hasil pemeriksaan dan penerbitan surat karantina kepada pemiliknya dalam kondisi baik dan bernilai ekonomis serta baik untuk dikonsumsi.
 
“Dari hasil pertemuan di Jakarta, mutu dan kualitas ikan yang dikirim keluar Kaimana berada di urutan kedua se-Indonesia, sehingga untuk pemeriksaan dan menerbitkan dokumen pengiriman itu menjadi perhatian kami,” katanya.
 
Ia melanjutkan, “Kami tidak berani mengeluarkan dan memanipulasi data ketika di daerah tujuan pengiriman dijual ada yang komplain bahwa ikan tidak layak. Jadi, kami sangat berhati-hati sekali,” katanya.
 
Ikan-ikan yang dikirim juga dijadikan tepung oleh PT Avona Mina Lestari. “Kapalnya langsung berlabuh dan muat di sana(Kampung Syawata, Distrik Teluk Etna). Mereka datang dan mengurus surat karantina,” katanya.
 
Informasi yang didapat pihaknya menyebutkan ikan tidak layak untuk dikonsumsi dan akan dijadikan tepung. Namun karena lokasi ini susah dijangkau, pihaknya tidak mengecek kebenarannya.
 
“Kami berharap apa yang mereka laporkan telah sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.
 
Anggota Komisi B DPRD Kaimana, Rusli Ufnia meminta pengiriman ikan ke luar daerah ini tak dilakukan PT Avona Mina Lestari. Ia menilai perusahaan ini belum mengantongi izin resmi.
 
“Belum bisa selama izinnya belum keluar. Jika kita punya bukti-bukti berupa foto kita bisa laporkan kembali untuk dicek keabsahan dokumen,” katanya. (Jacob Owen)
 

loading...

Sebelumnya

SMAN 1 Kaimana akan terapkan FDS 1,5 bulan

Selanjutnya

SMAN 1 Kaimana akan terapkan FDS 1,5 bulan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe