Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Ribuan jemaat hadiri ret-ret akbar pemuda Kingmi di Enarotali
  • Rabu, 19 Juli 2017 — 13:38
  • 817x views

Ribuan jemaat hadiri ret-ret akbar pemuda Kingmi di Enarotali

Ketua panitia Pdt. Moses Gobai mengatakan, empat koordinator gereja Kingmi di Meuwodide di antaranya Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Nabire. Satu koordinator pesertanya 500 orang pemuda dan pemudi.
Suasana jemaat mengikuti ibadah pembukaan di gereja Anthiokia Enarotali,  Selasa (18/7/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Paniai, Jubi – Gereja Kemah Injil (Kingmi) dari Klasis Weya menggelar ret-ret akbar tingkat pemuda di gereja Jemaat Anthiokia Enarotali, Paniai, Selasa (18/7/2017) hingga Kamis (20/7/2017).
 
Ketua panitia Pdt. Moses Gobai mengatakan, empat koordinator gereja Kingmi di Meuwodide di antaranya Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Nabire. Satu koordinator pesertanya 500 orang pemuda dan pemudi.
 
“Jadi, ini empat koordinator jumlahnya 2.000 orang. Itu yang terdata, tapi yang belum terdata malah melebihi,” katanya kepada Jubi usai pembukaan ret-ret, Selasa (18/7/2017).
 
Menurutnya, pemuda Kingmi Papua harus menjadi penentu masa depan berdasarkan Efesus 4:73, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Sinode Kingmi, serta program kerja biro pemuda.
 
“Kegiatan ini kami buat supaya pemuda Kingmi di Meuwodide berubah dan berbeda dengan pemuda dari agama lain. Sesuai dengan tema, 'berubah untuk menjadi kuat',” katanya,
 
Ketua Sinode Kingmi, Pdt. Benny Giay melalui Departemen Pendidikan, Alberth Keiya mengharapkan, empat koordinator melalui kegiatan ini harus melahirkan pemuda yang memiliki spritualitas bagi harapan masa depan. 
 
Menurutnya tanah adat dicaplok-caplok untuk kepentingan tertentu seperti suatu lomba. Hal itu justru menjadikan suku Mee terlantar di atas negerinya sendiri. 
 
“Di situlah suku Mee terpecah-belah. Fondasi kehidupan dihancurkan sehingga kondisi manusia Mee sedang menuju kepunahan. Sedang diombang-ambingkan oleh berbagai kekuatan,” katanya.
 
Ia juga menyebutkan kekerasan rumah tangga yang semakin tinggi, gizi buruk dan penyebaran HIV/AIDS menjadi pemusnah suku Mee. Apalagi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) merajalela. sehingga turut bertambahnya anak putus sekolah karena kekurangan biaya. “Bahkan adanya anak aibon, miras hingga pelosok,” katanya.
 
Oleh karena itu, ia meminta pemuda gereja Kingmi harus menjadi benteng untuk memerangi ‘kuasa gelap’ yang sedang terjadi di atas tanah suku Mee. (*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Ratusan orang daftar Panwas Paniai dan Deiyai

Selanjutnya

Asisten I Deiyai minta semua pihak jaga keamanan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe