Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Seleksi calon anggota MRP wilayah Lapago hampir tuntas
  • Rabu, 19 Juli 2017 — 14:03
  • 828x views

Seleksi calon anggota MRP wilayah Lapago hampir tuntas

Anggota panitia pemilihan (panpil) calon anggota MRP Provinsi Papua yang juga koordinator panpil wilayah adat Lapago, Isak Rumbarar mengatakan, proses seleksi anggota keterwakilan di lembaga kultur orang asli Papua dari wilayah itu sudah tinggal menunggu Kabupaten Yalimo.
Ilustrasi Kantor MRP - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Seleksi calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) wilayah adat Lapago sudah hampir tuntas.

Anggota panitia pemilihan (panpil) calon anggota MRP Provinsi Papua yang juga koordinator panpil wilayah adat Lapago, Isak Rumbarar mengatakan, proses seleksi anggota keterwakilan di lembaga kultur orang asli Papua dari wilayah itu sudah tinggal menunggu Kabupaten Yalimo.

"Sudah hampir tuntas, hanya Yalimo yang masih ada hal-hal perlu dibenahi. Kami sudah rapat panpil rencana, Kamis-Jumat (20-21 Juli 2017), kami akan tuntaskan Yalimo, tempatnya di Wamena," katanya kepada wartawan, Selasa (18/7/2017).

Menurutnya, jika proses seleksi calon anggota MRP di Kabupaten Yalimo telah rampung, rencananya pekan depan sudah bisa dilakukan penetapan dan selanjutnya dibawa kepada gubernur Papua.

"Masalah di Yalimo karena ada yang tidak sinergi antar calon sehingga tertunda, namun proses oleh panitia sudah berjalan," ujarnya.

Katanya, secara pendanaan, dana sudah dikucurkan, namun karena ada kendala sehingga pihaknya mengevaluasi anggaran.

"Anggarannya sudah bisa diterjemahkan oleh kesbangpol provinsi," katanya.

Rencananya, Kamis-Jumat (20-21 Juli 2017), kesbangpol provinsi Papua bersama panpil akan ke Wamenan menyelesaikan proses pemilihan wilayah Lapago baik itu keterwakilan adat, perempuan dan agama. 

Salah satu legislator Papua dari wilayah Lapago, Emus Gwijangge berharap, anggota MRP periode mendatang benar-benar dapat menyuarakan hak-hak masyarakat adat asli Papua. Tidak hanya datang duduk, tanpa ada terobosan memproteksi hak-hak dasar orang asli Papua.

"MRP merupakan lembaga kultur orang asli Papua. Mereka yang duduk di lembaga itu harus benar-benar paham tatanan adat dan hak-hak dasar orang asli Papua, kemudian memperjuangkan itu dengan memunculkan regulasi," kata Emus.

Katanya anggota MRP harus turun melihat langsung kondisi masyarakat adat dan mendengar aspirasi mereka.

"Setelah itu kembali dan merumuskan apa yang harus dilakukan dan mendorong itu kepada para pemangku kepentingan. Bukan hanya duduk di kantor atau turun lapangan tapi tidak ada tindaklanjutnya," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Panja investigasi pilkada minta dukungan berbagai pihak

Selanjutnya

Kontraktor OAP menduga ada kongkalingkong di LPSE dan ULP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe