Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Papua siap berkontribusi atasi perubahan iklim
  • Rabu, 19 Juli 2017 — 18:27
  • 5586x views

Papua siap berkontribusi atasi perubahan iklim

Gubernur Papua Lukas Enembe saat menghadiri pertemuan dengan beberapa gubernur di Indonesia yang diinisiasi oleh Inovasi Bumi (Inobu), di Jakarta mengatakan Papua menjadi salah satu inisiator awal pembentukan Governor’s Climate and Forests (GCF).
Gubernur Papua, Lukas Enembe - IST
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Sebagai salah satu paru-paru dunia, Papua siap berkontribusi secara aktif dalam upaya merealisasikan target nasional untuk mengatasi permasalahan perubahan iklim. Terutama dalam mengimplementasikan rencana aksi daerah penurunan gas rumah kaca.

Gubernur Papua Lukas Enembe saat menghadiri pertemuan dengan beberapa gubernur di Indonesia yang diinisiasi oleh Inovasi Bumi (Inobu), di Jakarta mengatakan Papua menjadi salah satu inisiator awal pembentukan Governor’s Climate and Forests (GCF).

GCF Task Force atau Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan dicetus sebagai satu bentuk respons terhadap masalah perubahan iklim serta dampaknya terhadap ekologi dan kesejahteraan sosial masyarakat di daerah hutan tropis.

“Pada dasarnya, Papua juga telah siap melaksanakan komitmen nasional untuk implementasikan REDD plus,” kata Enembe melalui rilis pers kepada Jubi, di Jayapura, Rabu (19/7/2017).

Melalui diskusi diharapkan dapat menyelaraskan komitmen baik di tingkat nasional dan sub nasional mengenai pembangunan rendah emisi dan bebas deforestasi.

Meskipun demikian, dirinya tetap menyampaikan Papua memerlukan dukungan pemerintah pusat dan setiap mitra pembangunan untuk dapat mempercepat pembangunan yang berkelanjutan dan rendah emisi.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani menyampaikan, dirinya sangat sepakat jika pengelolaan hutan lestari harus melibatkan masyarakat adat setempat.

"Intinya kami akan dukung pertemuan di Balikpapan pada September nanti," kata Lakotani.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Nur Masripatin menekankan isu perubahan iklim tidak bisa dipisahkan dari isu pembangunan.

Lebih jauh ia menjelaskan, dalam Kesepakatan Perancis dikatakan untuk menjaga kelestarian hutan melibatkan semua pihak. Mulai dari pemerintah, swasta, NGO serta  masyarakat adat dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan menanggapi isu perubahan iklim.

Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara 8(AMAN), Rukka Sombolinggi mengatakan selaku LSM pihaknya sangat mengapresiasi kehadiran dan komitmen para gubernur untuk melibatkan masyarakat adat dalam pengelolaan hutan lestari.

Menurutnya, saat ini sejumlah regulasi hukum sudah berjalan, tinggal dilanjutkan dan dikerjakan bersama guna meningkatkan komitmen Indonesia menjaga perubahan iklim atau pengurangan emisi karbon.

"Pelibatan masyarakat adat dan perempuan harus nyata dalam mendukung komitmen ini, kami dorong pemetaan wilayah tata ruang pembangunan dan berbagai asosiasi kami untuk bisa membantu pemerintah daerah setempat," kata Rukka.

Untuk diketahui, Governors Climate And Forest Taskforce Annual Meeting dihadiri beberapa pejabat provinsi di Indonesia, di antaranya Gubernur Papua, Lukas Enembe,

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Naggroe Aceh Darussalam. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Papua dapat kuota 173 CPNS

Selanjutnya

KPK : hulu korupsi di pemerintah akibat biaya politik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe