Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pengerjaan jalan terhenti, warga keluhkan dampak lingkungan
  • Kamis, 20 Juli 2017 — 09:01
  • 832x views

Pengerjaan jalan terhenti, warga keluhkan dampak lingkungan

Warga Depapre, Obed Kromsiang ketika diwawancarai Jubi menyebutkan, kondisi lingkungan akibat material yang dibawa dari gunung ke kampung itu sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
Situasi Dermaga Depapre ketika air laut surut – Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Sentani, Jubi – Pelebaran jalan penghubung antara Kampung Maribhu dan Depapre, Kabupaten Jayapura yang terhenti membuat masyarakat setempat mengeluhkan kondisi lingkungannya.

Pasalnya ketika hujan turun, khususnya di Depapre, material sisa-sisa pembangunan jalan ikut terbawa banjir. Akibatnya pasir dan bebatuan dari bukit dan gunung sekitarnya menumpuk di perkampungan warga.

Warga Depapre, Obed Kromsiang ketika diwawancarai Jubi menyebutkan, kondisi lingkungan akibat material yang dibawa dari gunung ke kampung itu sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Di kampung ini ada beberapa fasilitas umum seperti masjid, Polsek dan kios-kios, serta pasar terkena dampak dari pekerjaan yang tidak selesai dikerjakan. Ketika hujan turun maka semua sisa material berupa pasir dan bebatuan kecil dari gunung akan menumpuk di kampung ini hingga ke dermaga dan laut,” katanya kepada Jubi di Sentani, Rabu (19/7/2017). 

Ia mengatakan, laut sebagai sumber penghidupan masyarakat Depapre. Sementara terumbu karang di sekitar kawasan ini rusak akibat sisa material jalan.

“Sekarang di dermaga Depapre ini, ketika air surut seperti lapangan sepak bola,” katanya.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura, Kornelis Yanuaring ketika dimintai pendapatnya mengatakan, proyek pelebaran jalan di kawasan ini merupakan tugas dan tanggung jawab Balai Besar Jalan Provinsi Papua. 

“Kita belum mendapat informasinya, karena ini jalan provinsi maka tugas dan tanggung jawab ada di Balai Besar Jalan. Pekerjaan terhenti atau lain sebagainya kami belum mendapat laporan,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

BPS akan mendata OAP di Kabupaten Jayapura

Selanjutnya

BPS juga bakal mendata penyandang disabilitas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4616x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4402x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4248x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3527x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe