Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kontraktor OAP menduga ada kongkalingkong di LPSE dan ULP
  • Kamis, 20 Juli 2017 — 13:00
  • 936x views

Kontraktor OAP menduga ada kongkalingkong di LPSE dan ULP

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Papua, Max Krey mengatakan, akibat ada kongkalingkong di LPSE dan ULP, kontraktor asli Papua dari tahun ke tahun selalu kalah tender, meski ada di antara mereka yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki peralatan lengkap.
Para kontraktor asli Papua ketika memberikan keterangan pers, Rabu (19/7/2017) petang - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Kontraktor asli Papua menduga ada mafia proyek bermain dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Papua.

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Papua, Max Krey mengatakan, akibat ada kongkalingkong di LPSE dan ULP, kontraktor asli Papua dari tahun ke tahun selalu kalah tender, meski ada di antara mereka yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki peralatan lengkap.

"Saya yakin gubernur tidak tahu ada permainan di bawah. Mereka-mereka ini mengatasnamakan gubernur. Ada kelompok-kelompok mafia yang bermain mengartasnamakan gubernur, wakil gubernur dan lainnya. Kelompok ini sudah dibangun sejak lama dan tidak bisa diganggu. ULP ini sarang penyamun. Saya yakin gubernur tidak tahu ini," kata Max ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan, Rabu (19/7/2017) petang.

Pihaknya mengapresiasi niat baik gubernur Papua dan wakilnya mendukung kontrak orang asli Papua (OAP). Hanya saja, kenyataannya, pengusaha OAP selalu kalah tender meski secara kasat mata mereka mampu, namun selalu saja ada aturan yang menggugurkan mereka.

"Kalau mengikuti sistem di LPSE memakai SPSE4 seusia standar se-Indonesi kami belum siap. Balai saja masih pakai SPSE3. Akibatnya, seluruh tender LPSE tak satu pun pengusaha asli Papua mendapatkannya. Kami pasti tergusur dan dikuasai orang dari luar," ujarnya.

Salah satu kontraktor asli Papua lainnya, Willem Sroyer mengatakan hal serupa. Ia menyatakan, pihaknya tidak percaya kepada LPSE dan ULP, karena paket yang ada di kedua lembaga itu sudah ada pemiliknya.

"Mereka disebut pengusaha abadi. Ada yang membawa nama gubernur, wagub dan lain-lain, sehingga kami kontraktor Papua kecewa. Kami menyampaikan ini agar publik tahu, setiap tahun pengusaha asli Papua harus mengemis padahal kami yang punya negeri ini," kata Sroyer.

Menurutnya, para pengusaha asli Papua akan bertemu gubernur dan meminta agar LPSE dan ULP ditutup. Jika tidak ditanggapi dan tak ada solusi, mereka akan melakukan aksi.

"Ada kongkalingkong antar pokja di dalam. Kami jangan dianak-tirikan. Kami ini yang punya tanah dan negeri.
Kadis PU Papua juga kami duga bermain dalam sistem. Dia yang nyatakan ini paket titipan gubernur, sekda dan lain-lain," ujarnya.

Di tempat yang sama, anggota Gapeknas Papua, Yance Mote mengatakan, di Dinas PU Papua anggaran paket pekerjaan mencapai Rp2 triliun 700 juta, namun tidak satu pun anak Papua yang menang tender.

"PU telah memberikan kewenangan kepada LPSE tapi tidak ada anak Papua lolos tender meski telah sesuai ketentuan. Kalau proses ini berjalan terus, berarti pembiaran, pembunuhan karakter kepada kontraktor asli Papua," ucap Mote.

Sementara kontraktor asli Papua lainnya, Rudy Waromi mengatakan, ketika mereka kalah tender dan menanyakan kepada LPSE, mereka tidak mendapat jawaban dari pihak berkompeten.

"Ketika kami bertanya kepada LPSE, kami tidak dilayani oleh orang yang benar-benar punya kapasitas, tapi dihadapkan pada satpam. Inikan tidak benar, kami ditanya macam-macam di luar proses lelang. Harusnya ada ruang untuk kami menyampaikan keluhan," kata Rudy Waromi. (*)

loading...

Sebelumnya

Seleksi calon anggota MRP wilayah Lapago hampir tuntas

Selanjutnya

Kalau Pemkab Mimika tak mampu bayar jangan angkat guru honorer

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe