Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Rekrutmen MRP di Nduga diduga hanya dua hari
  • Kamis, 20 Juli 2017 — 13:09
  • 738x views

Rekrutmen MRP di Nduga diduga hanya dua hari

Ia mengatakan, pembukaan pendaftaran di wilayah itu tidak sesuai petunjuk teknis (juknis), petunjuk lapangan (juklak) dan perdasus.
Ilustrasi kantor MRP - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari daerah pemilihan Kabupaten Nduga, Jayawijaya dan Lanny Jaya, Emus Gwijangge menduga ada skenario dalam seleksi calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) di Nduga.

Ia mengatakan, pembukaan pendaftaran di wilayah itu tidak sesuai petunjuk teknis (juknis), petunjuk lapangan (juklak) dan perdasus.

"Dalam juknis, juklak dan perdasus, pembukaan pendaftaran selama tujuh hari. Tapi yang terjadi di lapangan, di Kabupaten Nduga hanya dua hari," kata Emus, Rabu (19/7/2017).

Ia menduga ada sesuatu di balik itu. Ada calon tertentu yang ingin lolos sehingga mengatur skenario sedemikian rupa. 

"Saya duga ini skenario yang dimainkan salah satu calon. Saya harap proses rekrutmen MRP khusus di Nduga, wilayah adat Lapago diulang dari awal. Panpil provinsi dan panwas segera mengembalikan dan memberikan waktu kepada masyarakat asli Nduga menentukan siapa figurnya," ujarnya. 

Ia juga ingin rekrutmen di setiap kabupaten atau wilayah adat tidak didominasi suku tertentu. Jangan sampai ada calon yang lompat wilayah adat. 

"Calon yang lompat sini dan sana sebaiknya tahu diri. Hargai anak-anak asli di setiap wilayah adat. Misalnya di Nduga, harus suku asli Nduga yang masuk. Ini bicara tatanan adat sehingga setiap suku harus ada keterwakilan," katanya.

Sementara anggota panitia pemilihan (panpil) calon anggota MRP Provinsi Papua yang juga koordinator panpil wilayah adat Lapago, Isak Rumbarar mengatakan, seleksi calon anggota MRP wilayah adat Lapago sudah hampir tuntas. Proses seleksi anggota keterwakilan di lembaga kultur orang asli Papua dari wilayah itu sudah tinggal menunggu Kabupaten Yalimo lantaran ada hal yang harus dibenahi. 

Namun katanya, secara umum proses seleksi sudah dilakukan sesuai aturan. 

"Kami hanya mengeksekusi perdasus. Proses sudah sesuai juklak. Ini kembali kepada rekomendasi, entah keterwakikan perempuan, adat dan agama. Khusus wilayah Meepago, ada dua kursi, satu adat, dan satu perempuan," kata Isak sehari sebelumnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kalau Pemkab Mimika tak mampu bayar jangan angkat guru honorer

Selanjutnya

Elia Loupatty : ada riak-riak kecil, tapi tak ganggu stabilitas Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe