Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Kisruh Al Aqsa, Israel pertimbangkan cabut detektor logam
  • Kamis, 20 Juli 2017 — 16:57
  • 1261x views

Kisruh Al Aqsa, Israel pertimbangkan cabut detektor logam

Netanyahu, yang tengah berkunjung ke Hungaria, melakukan pertemuan darurat dengan penasihatnya untuk mempertimbangkan pencopotan detektor logam
Ilustrasi. Jubi/Reuters
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Tel Aviv, Jubi - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah mempertimbangkan pencopotan detektor logam yang menjadi penyebab konflik dengan Palestina, usai insiden penembakan yang menewaskan dua tentara Israel di Yerusalem.

Israel memasang detektor logam sebagai bentuk peningkatan pengamanan di Bait Suci usai penembakan tersebut. Namun, Muslim Palestina yang merasa keberatan memilih boikot dan beribadah di luar gerbang selama empat hari terakhir, ketimbang melewati detektor logam.

Usai salat, Muslim Palestina pun menggelar protes di luar gerbang dan mengucapkan kalimat, “kami siap berkorban demi Al-Aqsa dengan jiwa dan raga kami.”

Bentrokan pecah di depan Al-Aqsa pada Selasa (18/7) dan menyebabkan 50 warga sipil terluka.

Netanyahu, yang tengah berkunjung ke Hungaria, melakukan pertemuan darurat dengan penasihatnya untuk mempertimbangkan pencopotan detektor logam pada Jumat (21/7).

Kisruh Al-Aqsa bermula ketika dua tentara Israel tewas ditembak tiga orang berdarah Arab-Israel. Ketiga pelaku serangan itu kemudian kabur ke Bait Suci dan ditembak mati petugas keamanan.

Usai insiden itu, Israel menutup Bait Suci demi keamanan dan dibuka kembali dengan akses terbatas menggunakan detektor logam.

Gedung Putih pun mengungkapkan keprihatinannya dengan meminta Israel dan Yordania melakukan upaya untuk meredam ketegangan.

“Amerika Serikat sangat prihatin dengan ketegangan yang terjadi di Bukit Bait Suci atau Haram Al-Sharif, situs suci bagi Yahudi, Muslim dan Kristen. Kami meminta Israel dan kerajaan Yordania meredam ketegangan dan mencari solusi, ” demikian bunyi pernyataan Gedung Putih.

Majelis Ulama Indonesia juga ikut mendesak Israel kembali membuka akses Masjid Al Aqsa di Palestina seperti semula karena tindakan itu memicu ketegangan.(*)

 

loading...

#

Sebelumnya

Turki perpanjang masa darurat

Selanjutnya

Ikut ISIS, 4 perempuan Jerman ditangkap

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe