Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Direktur RSUD Dok II minta masyarakat segera urus asuransi kesehatan
  • Jumat, 21 Juli 2017 — 10:05
  • 732x views

Direktur RSUD Dok II minta masyarakat segera urus asuransi kesehatan

“Semua orang silakan mengurus peserta asuransi, supaya ketika dia sakit bisa dijamin oleh asuransi dan rumah sakit bisa melayani tanpa ada keluhan ketika proses pembayaran,” ujarnya kepada Jubi baru-baru ini.
Ilustrasi RS Jayapura - Jubi/Dok
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Syofiardi

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Jayapura, Jubi – Direktur RSUD Dok II Jayapura drg. Josef Rinta meminta masyarakat yang ingin berobat gratis di rumah sakit untuk segera mengurus asuransi kesehatan, seperti BPJS, Kartu Indonesia Sehat (KIS), atau Kartu Papua Sehat (KPS) agar gampang dilayani rumah sakit.
 
“Semua orang silakan mengurus peserta asuransi, supaya ketika dia sakit bisa dijamin oleh asuransi dan rumah sakit bisa melayani tanpa ada keluhan ketika proses pembayaran,” ujarnya kepada Jubi baru-baru ini.
 
Hal itu, katanya, sudah diatur Undang-Undang dan Perda baru 2016. Setiap pasien baru datang yang tidak memiliki kartu harus membayar Rp30 ribu dan pasien lama Rp20 ribu.
 
“Ada kasus seorang pasien yang marah dan mengeluh karena harus membayar saat berobat, ketika ditanya ia tidak memiliki kartu, tapi ribut mengatakan punya maitua pegawai rumah sakit tapi tidak perhatikan keluarga, ini sudah kelima kali kami layani tanpa kartu karena ia orang Papua,” ujarnya.
 
Namun hal semacam itu, lanjutnya, tidak bisa dilakukan lagi, karena RSUD Dok II sudah resmi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) melalui Perda 2016 yang berlaku sejak Juni lalu. Sekarang RSUD Dok II harus menanggung semua beban operasionalnya, termasuk membayar gaji pegawai dan pengadaan obat-obatan dari pendapatan rumah sakit.
 
“Jadi yang tidak punya kartu asuransi harus bayar karena ada dasar hukumnya, jika tidak ingin membayar harus menjadi peserta BPJS, KIS, atau KPS,” ujarnya.
 
Ismail, warga pasar lama Abepura yang ditemui saat berobat di RS Abepura keberatan karena perda tersebut menyebabkan pasien yang sebelumnya bisa berobat gratis meski tak punya kartu, kini harus membayar.
 
“Mestinya ketika melayani Orang Asli Papua bisa langsung dibayarkan dari dana Otsus, karena kami dari ekonomi lemah dan tidak punya penghasilan tetap,” ujarnya. (*)

Sebelumnya

Komisi V DPR Papua sebut RS Abepura tidak berubah

Selanjutnya

31 mahasiswa baru STK Touye Paa Paa ikuti Ospek

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe