Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Siswa baru SMA Koinonia mendapat materi bahaya narkoba
  • Jumat, 21 Juli 2017 — 13:20
  • 287x views

Siswa baru SMA Koinonia mendapat materi bahaya narkoba

Penceramah Kisworo Untari dari BNN Kabupaten Jayapura mengatakan, penggunaan narkoba berbahaya karena dari tahun ke tahun meningkat, baik di tingkat anak-anak, maupun kalangan remaja, dan dewasa.
Penceramah bahaya narkoba, Kisworo Untari dari BNN Kabupaten Jayapura bertanya kepada siswa baru SMA Koinonia Sentani -Jubi/ Yance Wenda.
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Syofiardi

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Sentani, Jubi – Siswa baru SMA Kristen Koinonia Sentani mendapatkan materi bahaya memakai narkoba dari BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Jayapura pada hari ketiga sekaligus penutupan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), Kamis (19/7/2017).
 
Penceramah Kisworo Untari dari BNN Kabupaten Jayapura mengatakan, penggunaan narkoba berbahaya karena dari tahun ke tahun meningkat, baik di tingkat anak-anak, maupun kalangan remaja, dan dewasa.
 
"Baru-baru ini dimuat di televisi berita penyelundupan sabu-sabu satu ton digagalkan, itu  dapat merusak generasi dan satu gram saja harganya sudah ratusan ribu, kalau ganja itu masih murah satu linting Rp50 ribu, makanya banyak pengedar lihat peluang bisnis itu paling besar, mereka ingin mendapat uang yang banyak dan akibatnya generasi kita jadi rusak," katanya.
 
Dampak sosial bagi pengguna narkoba itu banyak, lanjutnya. Membuat komunikasi antar keluarga tidak bagus dan akan melakukan apa saja untuk memenuhi keinginan untuk membeli narkoba.
 
"Kalau dia sudah pengguna, karena saking ketagihan datang ke rumah minta uang sama mama, tidak dapat uang terus ada yang ketagihan jual barang yang ada di dalam rumah, seperti TV dan barang lainnya, sampai pernah ada yang jual laptop hanya Rp200 ribu," tutur Untari di hadapan siswa.
 
Untari menjelaskan, pengguna narkoba juga dapat tertular virus dan berbagai penyakit. Misalnya tertular melalui mulut ke mulut seperti Epatitis B/C dan pengunaan jarum suntik secara bergantian dapat menyebakan Virus HIV, overdosis, dan lainnya.
 
Sedangkan jika siswa menggunakan narkoba, efeknya sangat tidak bagus. Dia akan malas belajar, suka bolos, menjadi pengguna atau bandar, jadi preman, putus sekolah atau kuliah, tawuran, dan akan berakhir di penjara.
 
Untari juga menjelaskan, jika ada keluarga atau teman pemakai bisa direhabilitasi di BNN.
 
Seorang siswa, Joni Biniluk mengatakan, materi bahaya narkoba yang diberikan BNN sangat penting.
 
"Saya senang karena dari apa yang disampaikan tadi, saya jadi mengerti bahaya narkoba itu seperti apa dan orang yang pengguna itu seperti apa,"  jelas siswa lulusan SMP di Kabupaten Tolikara ini. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

31 mahasiswa baru STK Touye Paa Paa ikuti Ospek

Selanjutnya

Untuk pertama kalinya RSUD Jayapura lakukan operasi jantung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe