Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Masyarakat Kampung Blandikan Kai sulit pasarkan jeruk
  • Jumat, 21 Juli 2017 — 13:51
  • 985x views

Masyarakat Kampung Blandikan Kai sulit pasarkan jeruk

“Memang sekarang, masyarakat sangat kesulitan mendapatkan uang. Karena hasil panenan baik jeruk maupun pisang, tak bisa dijual ke kota. Jalan rusak parah, sehingga kendaraan tak menembus masuk sampai kampung,” tuturnya.
Warga di Jagebob sedang berdiskusi bersama Tokoh Masyarakat Merauke, Romanus Mbaraka – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Salah satu potensi unggulan masyarakat di Kampung Blandikan Kai, Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke adalah jeruk. Hanya saja, dalam setahun terakhir, masyarakat tak bisa menjual ke kota hasil panen jeruk, lantaran kondisi jalan rusak parah.

Hal itu disampaikan salah seorang warga Kampung Blandikan Kai, Rojikin kepada Jubi di Jagebob Kamis (20/7/2017).

“Memang sekarang, masyarakat sangat kesulitan mendapatkan uang. Karena hasil panenan baik jeruk maupun pisang, tak bisa dijual ke kota. Jalan rusak parah, sehingga kendaraan tak menembus masuk sampai kampung,” tuturnya.

Khusus jeruk, kata dia, kalau di beli di kampung, Rp5.00/buah. Tetapi ketika sudah sampai di kota, harga per buah antara Rp7.000-Rp10.000. Terkadang, jeruk dibiarkan begitu saja hingga jatuh dan membusuk di tanah. Karena tak ada kendaraan masuk ke kampung sekaligus membawa ke kota untuk dijual.

“Satu-satunya sumber pendapatan yang bisa mendatangkan uang adalah jeruk. Saya berharap Pemkab Merauke mendengar keluhan masyarakat dan turun ke kampung melihat kondisi jalan rusak,” katanya.

Hal serupa disampaikan Tukiman. Menurutnya, banyak potensi petani yang bisa dijual ke kota, namun persoalan jalan rusak parah terutama dari Jagebob 10,11, 12 dan 13.

“Kami hanya berharap pemerintah memperbaiki jalan, sehingga kami leluasa ke kota memasarkan barang dan mendapatkan uang untuk keluarga,” pintanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kementerian perhubungan diingatkan tak lepas tanggung jawab

Selanjutnya

Warga Kampung Angger Permegi uji coba tanam jagung 7 hektare

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2997x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1174x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1152x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe