TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Masyarakat Jagebob tidak sadap getah karet lagi
  • Jumat, 21 Juli 2017 — 14:04
  • 1426x views

Masyarakat Jagebob tidak sadap getah karet lagi

Diakui potensi karet secara ekonomi, belum memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di kampung-kampung. Karena harga yang cenderung naik turun. Akibatnya, petani juga malas menyadap secara rutin tiap hari di lahannya masing-masing.
Warga di Kampung sedang diskusi bersama Tokoh Masyarakat Merauke, Romanus Mbaraka
Ans K
[email protected]
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Masyarakat di beberapa kampung di Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, tidak menyadap getah karet lagi. Hal itu dikarenakan harga yang tak sesuai dengan kerja keras petani.

Demikian diungkapkan salah seorang warga di Kampung Angger Permegi, Partono Kamis (20/7/2017). “Oleh karena harga tak stabil, maka penampung juga enggan membeli getah karet dari petani. Sehingga petani setempat pun sudah tak menyadap selama beberapa bulan terakhir,” ungkapnya.

Diakui potensi karet secara ekonomi, belum memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di kampung-kampung. Karena harga yang cenderung naik turun. Akibatnya, petani juga malas menyadap secara rutin tiap hari di lahannya masing-masing.

“Saya tidak tahu harga di pasaran sekarang. Tetapi, jauh di bawah standar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ya, mau buat bagaimana lagi, terpaksa masyarakat menggeluti pekerjaan lain,” ujarnya.

Khusus di Kampung Angger Permegi, katanya, hampir 50 hektare lahan milik masyarakat ditanami pohon karet. Hanya saja, aktivitas menyadap, dihentikan sementara waktu.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Tarsisius Awi mengakui jika ada keluhan dari petani, terkait getah karet yang harganya sudah tidak stabil beberapa bulan terakhir.

“Masyarakat juga tidak mungkin menyadap kalau mengetahui harga tak sesuai di pasaran. Begitu juga pengepul yang biasa menampung. Tentunya dia tak serta merta membeli begitu saja dari petani kalau harga tak sesuai di tingkat atas,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Warga Kampung Angger Permegi uji coba tanam jagung 7 hektare

Selanjutnya

Jalan rusak berat, banyak anak putus sekolah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Mamta |— Minggu, 10 Juni 2018 WP | 3062x views
Otonomi |— Minggu, 10 Juni 2018 WP | 2923x views
Pilkada Papua |— Selasa, 12 Juni 2018 WP | 2490x views
Anim Ha |— Selasa, 12 Juni 2018 WP | 2397x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat