Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Jalan rusak berat, banyak anak putus sekolah
  • Sabtu, 22 Juli 2017 — 09:01
  • 2374x views

Jalan rusak berat, banyak anak putus sekolah

“Itu semata-mata karena transportasi jauh serta kondisi jalan rusak yang ikut mempengaruhi semangat anak didik untuk rutin tiap hari ke sekolah,” ujar seorang warga Kampung Blandika Kai, Rojikin kepada Jubi Jumat (21/7/2017).
Masyarakat di beberapa kampung di Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Merauke, Jubi - Banyak siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Jagebob, harus putus sekolah. Jarak tempuh dari kampung mereka sangat jauh yakni mencapai 13 kilometer. Dengan kondisi jalan yang rusak berat.

“Itu semata-mata karena transportasi jauh serta kondisi jalan rusak yang ikut mempengaruhi semangat anak didik untuk rutin tiap hari ke sekolah,” ujar seorang warga Kampung Blandika Kai, Rojikin kepada Jubi Jumat (21/7/2017).

Secara umum, katanya, anak-anak menggunakan sepeda. Hanya saja, terkadang sepeda harus dipikul, akibat kondisi ruas jalan rusak parah.

“Saya tidak ingat persis anak yang putus sekolah. Tetapi jumlahnya sangat banyak,” ujarnya.

Kondisi tersebut terjadi kepada anak-anak yang tinggal di Jagebob 10 sampai Jagebob 13. Kondisi jalan yang rusak berat mengakibatkan, sejumlah anak terlambat sampai di sekolah.

“Bayangkan saja, setiap hari mereka keluar dari rumah jam 06.00 WIT dan baru tiba di sekolah jam 09.00 WIT. Padahal, kegiatan belajar mengajar sudah berjalan,” tuturnya.

“Memang masih ada sejumlah anak yang rutin ke sekolah tiap hari. Namun memerlukan waktu yang lama,” katanya.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke yang membidangi masalah pendidikan, Moses Kaibu mendesak kepada Dinas Pendidikan dan Pengajaran setempat agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi anak-anak di Jagebob.

“Kalau memang karena transportasi jauh, solusinya adalah pemerintah membangun asrama di sekitar SMP. Sehingga anak-anak dapat tinggal dan mengikuti proses belajar mengajar rutin tiap hari,” pintanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Masyarakat Jagebob tidak sadap getah karet lagi

Selanjutnya

Komnas HAM desak PT Pelindo bertemu Pemkab Merauke

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2997x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1174x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1152x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe