Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Maluku
  3. Pembangunan rel kereta api di Halmahera belum layak
  • Minggu, 23 Juli 2017 — 16:14
  • 1423x views

Pembangunan rel kereta api di Halmahera belum layak

Malut justru lebih membutuhkan pembangunan transportasi laut, karena wilayah kepulauan dan masyarakat setempat lebih menyukai transportasi laut yang biayanya sangat murah.
Ilustrasi. Jubi/Money.id
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Ternate, Jubi - Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) Muhammad Natsir Thaib mengatakan, pembangunan rel kereta api di Pulau Halmahera belum layak, karena sekitar 80 persen kondisi di pulau itu berbukit-bukit.

"Pembangunan rel kereta api harus di lahan yang datar. Selain itu, di wilayah Halmahera belum banyak pusat-pusat produksi yang akan diangkut dengan transportasi kereta api," katanya.

Pemprov saat ini berupaya mendatangkan berbagai transportasi laut yang memadai, dan lebih bermanfaat dibandingkan pembangunan rel kereta api.

"Kondisi Pulau Halmahera berbeda dari Pulau Jawa dan Sumatera. Pembangunan rel kereta di dua pulau itu pasti lebih murah dibandingkan di Halmahera yang berbukit-bukit dan bergunung," katanya.

Malut justru lebih membutuhkan pembangunan transportasi laut, karena wilayah kepulauan dan masyarakat setempat lebih menyukai transportasi laut yang biayanya sangat murah.

"Jadi, yang harus didorong adalah penyediaan transportasi laut berupa kapal fery, yang sampai saat ini belum bisa menjangkua seluruh pulau yang ada di Malut," katanya.

Selain itu, masyarakat Malut terkenal sangat pelaut sangat cocok kalau transportasi laut menjadi prioritas utama dalam mendorong perekonomian masyarakat, jika dibandingkan dengan rencana pembangunan rel kereta api untuk membantu aktivitas transportasi darat bagi masyarakat khususnya di Pulau Halmahera.

Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi upaya pemerintah pusat untuk membangun sejumlah pelabuhan yang representatif, sehingga bisa disinggahi kapal-kapal besar di berbagai pelosok di Pulau Halmahera.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada Mei 2017 lalu telah meresmikan Fasilitas Pelabuhan Tapaleo, Pelabuhan Wayabula dan Pelabuhan Bicoli yang dipusatkan di Pelabuhan Laut Tapaleo, Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah.(*)
 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

BPBD Ambon kehabisan terpal

Selanjutnya

Penumpang kapal Pelni tidak perlu bayar tempat tidur

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe