Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Anak usia 0-4 tahun dan lansia akan terima dana segar
  • Senin, 24 Juli 2017 — 18:44
  • 1617x views

Anak usia 0-4 tahun dan lansia akan terima dana segar

Selama ini ujar Enembe, pemerintah provinsi melalui Bappeda telah mempunyai program 1000 hari kehidupan dan Generasi Emas Papua yang sudah berjalan. Namun dengan adanya program ini menjadi 1400 hari selama 24 bulan.
Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi para staf - IST
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi Papua akan memberikan dana segar kepada anak usia 0-4 tahun dan lansia (60 tahun ke atas) sebagai upaya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan program itu akan dimulai di tiga kabupaten sebagai contoh, seperti Lanny Jaya, Paniai dan Asmat.

"Dana segar ini  akan diberikan kepada anak usia 0-4 tahun dan kemudian usia lanjut 60 tahun ke atas. Sumber dana ini berasal dari dana Prospek," kata Enembe melalui rilis pers kepada Jubi, di Jayapura, Senin (24/7/2017).

Menurutnya, selama ini pihaknya telah memberikan dana Prospek untuk masyarakat di kabupaten/kota, namun belum tepat sasaran.

"Anak-anak usia emas ini disubsidi, jadi mereka akan mempunyai rekening. Nantinya akan didata dulu seluruh anak-anak di tiga kabupaten, baru kita memberi uang sebesar Rp200 ribu-Rp300 ribu per bulan," sambungnya.

Selama ini ujar Enembe, pemerintah provinsi melalui Bappeda telah mempunyai program 1000 hari kehidupan dan Generasi Emas Papua yang sudah berjalan. Namun dengan adanya program ini menjadi 1400 hari selama 24 bulan.

Dana Prospek itu, kata Enembe, berjumlah Rp600 miliar bersumber dari dana provinsi. Tetapi, akan juga ikut diawasi oleh pemerintah kabupaten.
 
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua, Muhammad Musa'ad menjelaskan, intinya penggunaan dana ini untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak serta bayi yang selama ini masih tinggi di Papua.

“Dengan dana ini mungkin bisa meminimalisir. Kemudian kebutuhan gizi untuk bayi dan balita menjadi penting. Jadi ada nanti manajemen yang mana masyarakat juga dilatih untuk mengelola dana ini, sehingga tidak sembarangan dia konsumsi untuk kebutuhan anak ini," kata Musa'ad.

Dia menambahkan, program ini sebelumnya juga telah dilaksanakan di Afrika dan Amerika Latin. (*)

loading...

Sebelumnya

Disperindag : aktivitas pasar di Skouw sangat tinggi

Selanjutnya

Pemprov Papua siap tindak tegas ASN mabuk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe