Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Kantor DPRD Deiyai dipalang mahasiswa, apa alasannya?
  • Selasa, 25 Juli 2017 — 10:52
  • 902x views

Kantor DPRD Deiyai dipalang mahasiswa, apa alasannya?

Koordinator lapangan aksi, Melkias Pakage mengatakan, alasan pemalangan kantor itu lantaran semenjak wakil rakyat itu dilantik tahun 2014 tidak pernah ada di tempat.
Sebuah pamflet yang dipasang di depan kantor DPRD Deiyai, Senin, (17/7/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Deiyai, Jubi – Kini sudah menjelang seminggu kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deiyai dipalang oleh mahasiswa asal daerah itu.

Pihaknya memalang kantor wakil rakyat itu ketika melakukan aksi damai tuntut pro rakyat setempat pada Senin (17/7/2017), karena mereka dipilih oleh rakyat untuk memihak dan membela rakyat.

Koordinator lapangan aksi, Melkias Pakage mengatakan, alasan pemalangan kantor itu lantaran semenjak wakil rakyat itu dilantik tahun 2014 tidak pernah ada di tempat.

“DPRD Deiyai tidak pernah ada di kantor. Mereka punya muka tidak pernah kami lihat sejak mereka dilantik. Saat sidang paripurna atau sidang APBD juga tidak pernah ada,” kata Melkias Pakage kepada Jubi di Waghete, Senin (24/7/2017).

Pakage mengatakan, ketika mereka melakukan long march dari lapangan Tomas Adii Waghete untuk menyampaikan keluhan tentang pembuangan sampah yang tidak teratur di kota itu, ternyata tidak ada satu pun wakil rakyat di kantor dewan yang berlokasi di Tigidoo.

Kecewa atas situasi itu, Pakage menjelaskan pihaknya sepakat memalang kantor dengan memasang baliho dan sejumlah pamflet berisi kecaman. Bahkan, sejumlah plastik sebagai ilustrasi sampah juga ditumpahkan depan pintu utama.

Dalam sebuah pamflet dituliskan “DPRD Kabupaten Deiyai harus menetap di kantor agar mengawasi dan melayani rakyat Deiyai. Karena DPRD adalah wakil rakyat Deiyai.”

Di pamflet lain dituliskan “Rakyat Deiyai sudah sepakat tidak lagi berikan suara pada Pileg 2019, karena kalian tidak mampu urus eksekutif dalam pengawasan proyek dan tidak mampu melayani masyrakat.”

Domin Badii, salah satu mahasiswa mengatakan pihaknya sepakat menunggu sampai 25 anggota dewan tiba baru akan membuka palang bersama-sama.  

“Kami mau semua anggota DPRD Deiyai hadir dan buka palang bersama-sama. Karena ibu kota kabupaten Deiyai bukan di Nabire, bukan di Jayapura dan bukan juga di Jakarta. Tapi, di Waghete,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Asisten I Deiyai minta semua pihak jaga keamanan

Selanjutnya

Danau Paniai ditutupi eceng gondok, apa solusinya?  

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe