Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Danau Paniai ditutupi eceng gondok, apa solusinya?  
  • Selasa, 25 Juli 2017 — 10:59
  • 928x views

Danau Paniai ditutupi eceng gondok, apa solusinya?  

Keberadaan eceng gondok menjadi satu dari sekian masalah penyebab pendangkalan dan penyusutan luas danau tersebut, karena percepatan evaporasi (penguapan) yang terjadi. Eceng gondok yang telah mengering atau mati juga mempercepat pendangkalan, karena sisa tumbuhan itu akan turun dan mengendap di dasar danau.
Dua orang warga sedang memandang teluk Aikai yang ditutupi eceng gondok, Senin, (24/7/2017) - Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Paniai, Jubi – Sebagian permukaan danau Paniai, Papua, sekarang tertutup tumbuhan eceng gondok. Persebaran tanaman gulma air tersebut terdapat di bagian barat, tengah, timur dan utara danau yang sedang kritis itu.

Keberadaan eceng gondok menjadi satu dari sekian masalah penyebab pendangkalan dan penyusutan luas danau tersebut, karena percepatan evaporasi (penguapan) yang terjadi. Eceng gondok yang telah mengering atau mati juga mempercepat pendangkalan, karena sisa tumbuhan itu akan turun dan mengendap di dasar danau.

Menurut warga Paniai, Herman Armando (37), keberadaan gulma itu juga bisa menghalangi cahaya ke dalam air danau, sehingga terjadi penurunan kadar oksigen terlarut dalam air.

Salah satu sisi pendangkalan, menurut dia, bisa terlihat di teluk Aikai, muara kali Enaagone hingga tanjung Bobaigo. “Orang pikir dangkal dari Aikai sampai Bobaigo ini dari dulu.Tidak. Dulu itu bagus, airnya jernih. Tapi, sekarang kelihatan sangat tidak baik. Eceng gondok ini memang hancurkan keindahan danau Paniai,” ujarnya kepada Jubi, Senin, (24/7/2017).

“Jadi ini salah pemerintah daerah Kabupaten Paniai.Karena, sejak awal mereka biarkan, tidak peduli ini tumbuhan ini. Ya, sekarang sudah menyebar di mana-mana. Kasihan, ekosistem danau juga rusak,” paparnya.

Keindahan danau itu diganggu dengan banyaknya tumpukan eceng gondok sehingga air danau tak terlihat. Akibatnya, pemandangan danau jadi tak lagi indah. Sehingga warga bahkan pengunjung selalu mengaku merasa terganggu dengan hamparan eceng gondok tersebut.

Mama Yohana (32), seorang nelayan mengaku, danau tersebut ialah salah satu tempat yang dijadikan sumber mata pencaharian warga setempat, khususnya para nelayan. Selain sebagai pusat mata pencaharian, Pemda setempat juga mendapatkan predikat sebagai danau terbaik dan terindah di seluruh dunia. Predikat yang didapatkan oleh danau Paniai berlangsung pada tahun 2007 silam dengan mendapatkan pengakuan dari 157 negara yang mempunyai danau dalam konferensi danau untuk seluruh negara di India.

“Namun kami buang jala di danau itu kami hanya dapatkan eceng gondok ini. juga di muara, terus waktu kami ada keramba ikan, yang ada hanya eceng gondok saja. Bikin ganas,” keluhnya.

Aktivis lingkungan Paniai, Petrus Degei mengatakan, tidak saja mengganggu aktivitas warga dan nelayan, namun juga membahayakan keselamatan pengunjung yang menggunakan perahu di air. Rimbunnya eceng gondok bisa menjadi sarang tikus, ular, dan hama lainnya.

Apabila eceng gondok tidak cepat dibersihkan, lanjutnya, air danau pun dikhawatirkan menjadi keruh dan menurunkan jumlah cahaya matahari ke dasar danau sehingga menurunkan kelarutan oksigen di dalam air.

“Soluasinya Pemda melalui instansi terkait bergerak cepat sebelum danau Paniai menjadi sebuah lapangan besar. Caranya, Pemda pakai pontong milik PT. Modern itu kasih naik tiga ekscavator bersihkan barang itu. Jangan biarkan terus menerus, karena sudah menjalar di semua tepi danau,” tukasnya. (*) 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kantor DPRD Deiyai dipalang mahasiswa, apa alasannya?

Selanjutnya

Timsel Panwas Paniai dan Deiyai resmi umumkan hasil tes tertulis

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe