Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kasus kitab suci terbakar, oknum TNI didakwa pasal 156a KUHP
  • Selasa, 25 Juli 2017 — 13:38
  • 708x views

Kasus kitab suci terbakar, oknum TNI didakwa pasal 156a KUHP

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Kolonel F Vanderslot didampingi hakim anggota Letkol Dwi Yudo Utomo dan Mayor Dendi Sutiyoso, seorang oknum TNI yang menjadi terdakwa didakwa dengan pasal Pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara.
Suasana sidang terbakarnya kita suci di Pengadilan Militer III-19 Jayapura, Senin (24/7/2017) - Jubi/Arjuna 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Kasus terbakarnya kitab suci tanpa sengaja, yang ketika itu oknum anggota TNI hendak membersihkan dan membakar sampah saat melakukan korvei di Korem 172/PWY, Padang Bulan Abepura, Kota Jayapura, Rabu (25/5/2017), mulai disidangkan dalam di Pengadilan Militer III-19 Jayapura, Senin (24/7/2017). 

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Kolonel F Vanderslot didampingi hakim anggota Letkol Dwi Yudo Utomo dan Mayor Dendi Sutiyoso, seorang oknum TNI yang menjadi terdakwa didakwa dengan pasal Pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara.

Dalam sidang itu menghadirkan 19 saksi. Sebanyak 18 saksi hadir dan seorang lainnya berhalangan.

Saksi ASA ketika memberikan keterangan di hadapan majelis hakim mengatakan, yang pertama melihat kejadian itu adalah rekannya, kemudian ia memanggil saksi dan SAS pun menuju lokasi. 

Ia mengaku melihat ada kitab suci yang ikut terbakar bersama sampah ketika itu. Pihaknya kemudian menyampaikan hal itu kepada para tokoh agama dan para tokoh agama kemudian datang ke lokasi. 

Sementara penasehat hukum terdakwa, Mayor Andreas Ledo disaat jeda sidang membenarkan pasal yang didakwakan kepada terdakwa.

"Pasal yang didakwakan 156a KUHP. Ancaman hukumannya empat atau lima tahun. Pasal tunggal sama kasusnya dengan Ahok, tapi kalau Ahok ada kata-kata yang menyebutkan ayat-ayat, tapi ini tidak. Dia tidak tahu dalam kardus ada kitab suci," kata Andreas.  

"Kita ikuti proses hukum saja, semoga itu yang terbaik. Hal meringankan terdakwa, dia tidak tahu dalam kardus itu ada kitab suci. Besok (Selasa, 25/7/2017) sidang dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi," ujarnya lagi. 

Dalam Pasal 156a KUHP pidana menyatakan, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa dipidana paling lama lima tahun. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Sidang Kasus Alkitab terbakar dimulai, oknum TNI terancam pasal 156a KUHP

Selanjutnya

Legislator Papua sependapat LPSE dibubarkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe